Job Fair Harus Matang dan Tertib, Kemnaker Soroti Potensi Sektor Baru

AKURAT.CO Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan bahwa kondisi ketenagakerjaan di Indonesia tidak hanya bisa dilihat dari banyaknya lapangan kerja yang tersedia.
Dalam pernyataan resminya pada Minggu (1/6/2025), Kepala Biro Humas Kemnaker, Sunardi Manampiar Sinaga, menyebut dinamika ketenagakerjaan saat ini sangat dipengaruhi oleh perubahan pola dan kebutuhan sektor kerja di tengah perkembangan zaman.
“Penting untuk dipahami bahwa dinamika ketenagakerjaan saat ini tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah lapangan kerja,” ujar Sunardi.
Baca Juga: Ratifikasi ILO 188 Dikaji, Kemnaker Fokus Lindungi Awak Kapal Perikanan
Dirinya juga menambahkan bahwa beberapa sektor memang mengalami kontraksi, namun tidak sedikit sektor lain justru menunjukkan pertumbuhan signifikan.
Beberapa sektor yang tumbuh dan membuka peluang kerja baru antara lain sektor teknologi digital, ekonomi kreatif, logistik, serta layanan kesehatan. Bahkan, sektor-sektor yang tergolong baru seperti green jobs dan gig economy mulai menunjukkan kapasitasnya dalam menyerap tenaga kerja, khususnya dari kalangan generasi muda.
Kemnaker mencatat bahwa angkatan kerja di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada Februari 2025 jumlah angkatan kerja nasional telah mencapai lebih dari 149 juta orang.
Angka ini meningkat sekitar dua juta orang dibandingkan tahun sebelumnya, sebagian besar berasal dari lulusan SMA/SMK hingga perguruan tinggi.
Baca Juga: Cara Daftar BSU 2025 dari Kemnaker Cair Juni, Apa Saja Syarat Penerima?
Pertumbuhan jumlah angkatan kerja ini turut memicu tingginya minat masyarakat terhadap kegiatan bursa kerja atau job fair. Sunardi menyebut, antusiasme paling besar berasal dari lulusan baru dan masyarakat yang belum bekerja atau sedang mencari pekerjaan kembali, baik karena mengundurkan diri secara sukarela maupun mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).
Melihat tingginya minat tersebut, Kemnaker mengimbau agar setiap penyelenggaraan job fair dirancang dengan matang. Menurut Sunardi, perencanaan yang baik akan memberikan manfaat optimal baik bagi pencari kerja maupun perusahaan.
Beberapa aspek teknis yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan job fair mencakup pengaturan arus keluar-masuk pengunjung, penyediaan fasilitas umum seperti toilet dan posko kesehatan, pengelolaan area parkir, hingga sistem pengamanan dan kontrol jumlah peserta melalui pendaftaran daring.
“Job fair merupakan salah satu bentuk fasilitasi pemerintah dalam mempertemukan para pencari kerja dengan perusahaan penyedia lapangan kerja di satu tempat. Oleh karena itu, tentu penyelenggaraannya harus dirancang secara baik dan tertib,” jelas Sunardi.
Dirinya juga mengingatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung kelancaran acara job fair, termasuk keterlibatan aparat keamanan, tenaga kesehatan, serta petugas teknis lapangan. Penyelenggaraan yang profesional diharapkan bisa menciptakan pengalaman yang positif dan efektif bagi seluruh peserta.
Kemnaker berkomitmen untuk terus mendorong penyediaan informasi pasar kerja yang akurat, memperkuat pelatihan vokasi, serta memperluas jangkauan fasilitasi penempatan kerja.
“Kami percaya, dengan pendekatan yang inklusif dan berbasis data, penyerapan tenaga kerja bisa ditingkatkan secara berkelanjutan,” ucap Sunardi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








