Akurat Logo

Fun Asia Expo 2026 Dorong Transformasi Industri Rekreasi

Andi Syafriadi | 27 Juli 2026, 16:52 WIB
Fun Asia Expo 2026 Dorong Transformasi Industri Rekreasi
Fun Asia Expo 2026 digelar 5-6 Agustus di JIEXPO Kemayoran dengan lebih dari 150 peserta dari 10 negara untuk mendorong pertumbuhan industri taman rekreasi nasional.

AKURAT.CO Industri taman rekreasi dan hiburan di Indonesia dinilai masih memiliki peluang pertumbuhan yang besar, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap destinasi wisata buatan yang aman, inovatif, dan berdaya saing.

Momentum tersebut akan diperkuat melalui penyelenggaraan The 6th Fun Asia Expo Indonesia 2026 yang berlangsung pada 5–6 Agustus 2026 di Jakarta International Expo (JIEXPO) Hall D1 dan D2, Kemayoran, Jakarta.

Pameran yang mengusung tema "Southeast Asia's Largest Attraction, Theme Park & Water Park" ini menghadirkan lebih dari 150 peserta dari berbagai negara, antara lain China, Kanada, Italia, Malaysia, Singapura, Meksiko, Australia, Turki, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, hingga Indonesia.

Baca Juga: IBEM Jadi Marketplace Perdana Industri MICE, Pertemukan Pelaku Industri dengan Ratusan Pembeli

Sebagai penyelenggara, PT Fun International bekerja sama dengan Grandeur Exhibition Group dan PT Funworld Prima untuk mempertemukan pelaku industri, produsen wahana, investor, hingga pengelola taman rekreasi dalam satu forum bisnis.

Sales PT Funworld Prima, Marthin A. Sihite, mengatakan ajang tersebut tidak hanya menjadi tempat memperkenalkan teknologi dan produk terbaru, tetapi juga wadah berbagi pengalaman mengenai pengelolaan industri taman rekreasi yang berkelanjutan.

"Fun Asia Expo menjadi ruang bagi pelaku industri untuk saling bertukar pengalaman, melihat perkembangan teknologi terbaru, sekaligus membangun kolaborasi agar industri taman rekreasi di Indonesia bisa berkembang lebih cepat dan semakin kompetitif," ujar Marthin melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (27/7/2026).

Menurut dia, perkembangan industri taman rekreasi tidak hanya ditentukan oleh kehadiran wahana baru, tetapi juga harus didukung oleh perencanaan yang matang serta pengelolaan yang profesional.

Marthin menjelaskan, terdapat tiga aspek utama yang harus menjadi perhatian setiap pelaku usaha di sektor ini. Pertama, perencanaan yang baik sejak tahap pembangunan.

Kedua, pemilihan wahana yang menarik, aman, dan mengikuti perkembangan teknologi. Ketiga, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan agar mampu mengoperasikan seluruh fasilitas secara profesional.

"Teknologi memang terus berkembang dan menghadirkan banyak inovasi. Tapi yang tidak kalah penting adalah bagaimana operator memiliki kompetensi untuk mengelola wahana tersebut dengan mengutamakan aspek keselamatan pengunjung," katanya.

Baca Juga: PLN EPI Garap Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Aviasi

Ia menambahkan, aspek keselamatan menjadi perhatian utama dalam industri taman rekreasi. Karena itu, pengelola tidak hanya dituntut menghadirkan wahana yang menarik, tetapi juga memastikan seluruh standar operasional dan keamanan dijalankan secara konsisten.

Melalui penyelenggaraan Fun Asia Expo 2026, Marthin berharap kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, investor, dan berbagai pemangku kepentingan dapat semakin kuat sehingga mampu mempercepat pertumbuhan industri taman rekreasi nasional.

Menurutnya, pengembangan destinasi wisata buatan yang berkualitas tidak hanya berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka peluang investasi baru, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

"Kalau industri ini terus berinovasi dengan menghadirkan wahana yang kreatif, memanfaatkan teknologi terbaru, dan didukung SDM yang berkualitas, saya optimistis perkembangan bisnis taman rekreasi di Indonesia akan semakin pesat. Kami berharap Fun Asia Expo bisa menjadi salah satu katalis untuk mendorong pertumbuhan tersebut," tutup Marthin.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.