AKURAT.CO, Aktivis antikorupsi yang mantan Juru Bicara KPK Febri Diansyah turut urun pendapat terkait pemberian booster vaksin Covid-19. Menurutnya, selain diberikan kepada tenaga kesehatan, booster vaksin Covid sebaiknya diberikan juga kepada para guru.
Hal itu disampaikan Febri menanggapi kabar adanya sejumlah pejabat yang mendapatkan booster vaksin Covid-19. Sementara aturan yang ada mengatur bahwa pemberian booster vaksin Covid-19 hanya dilakukan untuk tenaga kesehatan yang memiliki risiko tinggi.
"Terpikir.. selain Nakes, apakah tidak sebaiknya guru di daerah yang akan mulai belajar tatap muka diberikan booster vaksin Pfizer atau Moderna?" tulis Febri di Twitter @febridiansyah dikutip redaksi, Kamis (26/8/2021).
Dia menjelaskan alasan mengapa guru perlu mendapat booster vaksin Covid selain tenaga kesehatan.
"Ya karena para guru sangat berperan penting selamatkan generasi muda bangsa ini ke depan.. Mereka akan berinteraksi dengan banyak anak ketika sekolah tatap muka dilakukan," tulisnya lagi.
Menurutnya, guru memiliki kontribusi lebih nyata sehingga perlu diprioritaskan mendapat booster vaksin Covid. Jika masih banyak para guru yang yang belum sekalipun dapat vaksin maka stok booster vaksin itu sebaikya digunakan untuk vaksin pertama mereka.
"Tentu saja, bagaimana masyarakat di berbagai daerah mendapatkan vaksin secara merata juga sangat penting," paparnya.
Diketahui, kabar sejumlah pejabat yang mendapatkan booster vaksin Covid-19 jadi sorotan. Sebab sesuai aturan pemberian booster vaksin Covid-19 hanya dilakukan untuk tenaga kesehatan yang memiliki risiko tinggi.
Pejabat yang mengaku sudah menerima booster vaksin Covid atau dosisi ketiga adalah Wali Kota Samarinda Andi Harun dan Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor.
Hal ini diakui keduanya dalam perbincangan sejumlah pejabat dengan Presiden Jokowi saat meninjau vaksinasi massal di Samarinda, Kalimantan Timur. Peninjauan vaksinasi itu disiarkan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (24/8/2021).
Berawal saat Jokowi dan para pejabat tengah berbincang mengenai vaksin Nusantara inisiasi mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Wali Kota Samarinda Andi Harun kemudian mengaku sudah mendapatkan vaksin Nusantara sebagai booster.
"Booster vaksin Nusantara, Pak Terawan," kata Andi.
"Oh pantes seger-seger, Pak Wali Kota, mendahului kita ini Pak Wali Kota," kata Jokowi sembari tertawa.
Lalu, Gubernur Kaltim Isran Noor kemudian juga mengaku sudah mendapatkan suntikan booster.
"Saya sudah booster, cuma Moderna," kata Isran.[][]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK


