AKURAT.CO Pernahkah terbersit di benak kamu tentang bagaimana pengelolaan sampah uang kertas atau uang yang sudah tidak layak edar?
Ternyata Bank Indonesia melakukan pemanfaatan atas uang kertas yang tidak layak edar dengan menjadikannya sebagai salah satu bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).
Perlu diketahui bahwa uang kertas Rupiah Indonesia memiliki bahan baku dasar 100 persen kapas serat nonkayu. Serat kapas dikatakan memiliki sifat lebih lentur dan tidak mudah sobek sehingga lebih tahan terhadap kemungkinan dicoret-coret.
Baca Juga: Rupiah Tahun Emisi 2022 Jadi Uang Kertas Terbaik Di Dunia
Oleh karena bahan bakunya yang terbuat dari serat kapas maka uang Rupiah dikatakan ramah lingkungan karena tidak memiliki unsur-unsur senyawa kimia berbahaya.
Sehingga walaupun sampah uang kertas atau uang yang tidak layak edar dibuang begitu saja, itu tidak akan berpengaruh buruk bagi lingkungan karena memang tidak mengandung unsur senyawa kimia yang berbahaya.
Namun sayang, bahan baku serat kapas ini berasal dari negara luar negeri alias bahan baku pembuatan uang Rupiah masih diimpor yang tentu harganya tidak murah.
Baca Juga: Mengenal Jiaozi, Uang Kertas Pertama Di Dunia
Bahan dasar pembuatan uang kertas diimpor dari negara-negara seperti Jerman, Belanda, Inggris dan Prancis. Lengkap dengan watermark dan benang pengaman dari plastik atau alumunium. (Adinda Shafa Afriasti)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









