Cerita Agum Gumelar Tersentuh dengan Jawaban Prabowo

AKURAT.CO - Mantan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Jenderal (Purn) Agum Gumelar tersentuh dengan alasan Prabowo Subianto bergabung masuk kabinet Presiden Jokowi usai Pilpres 2019.
Agum bercerita, awalnya dia bertanya kepada Prabowo soal alasannya bersedia menjadi anak buah Jokowi padahal Jokowi adalah rival Prabowo yang telah mengalahkannya di dua kali Pilpres.
"Apa jawabannya? Jawabannya 'Bang aku lakukan ini semuanya demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Itu sangat tersentuh saya, walaupun mungkin itu normatif ya jawabannya tapi itu sangat menyentuh," kata Agum dikutip Akurat.co, Sabtu (2/12/2023).
Baca Juga: Kampanye di Ponpes Miftahul Huda Tasikmalaya, Prabowo Disambut Lantunan Sholawat
Atas jawaban itu Agum menilai Prabowo sebagai sosok negarawan karena berjiwa besar mau mengalah demi persatuan bangsa.
Agum meyakini masuknya Prabowo dalam kabinet pemerintahan Jokowi menjadi titik awal perubahan sikap mantan Danjen Kopassus yang kini kembali maju sebagai capres itu.
"Dan itu mengawali perubahan sikap pak Prabowo ke depan. Saya yakin itu," ucapnya.
Apalagi, kata Agum, Prabowo bersama cawapresnya Gibran Rakabuming Raka menghembuskan narasi untuk mewujudkan pemilu yang adil dan damai di Pemilu 2024. Keduanya, kata Dewan Pembina Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran itu, bahkan berharap siapapun yang menang bisa menjaga persatuan bangsa.
Baca Juga: Prabowo Bantu Palestina
"Jadi ya seperti berikutnya ada statement yang seperti saya katakan tadi, berharap siapapun yang menang nanti harus menjaga persatuan dan kesatuan," kata dia.
"Jadi sudahlah, ciptakan suasana yang teduh, yang sejuk ya. Bersaing iya, dalam konteks demokrasi ya persaingan, tapi jangan dengan cara cara yang menghalalkan segala cara," sambungnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







