Sirekap Tuai Kontroversi, Eks Komisioner KPU: Jangan-jangan Alat Rekayasa

AKURAT.CO Eks Komisioner KPU, Hadar Nafis Gumay mempertanyakan mengapa aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) bisa menuai kontroversi penggelembungan suara. Dia menegaskan sistem tersebut sudah dikerjakan sejak 2014 yang seharusnya semakin canggih dan tidak menjadi alat rekayasa.
Hadar menilai, kontroversi yang muncul menimbulkan kecurigaan karena banyak kejanggalan salah input data. Dia khawatir Sirekap menjadi alat untuk memanipulasi data hasil suara Pemilu 2024.
“Jangan-jangan alat rekayasa," kata Hadar di Jakarta, Sabtu (17/2/2024).
Baca Juga: Data C1 Masuk Sirekap 64,8 Persen, KPU Klaim Sudah Lewati Pencocokan Manual
Direktur Eksekutif Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit) menilai seharusnya Sirekap sudah semakin canggih dan bisa mewadahi masyarakat melakukan pengawasan rekapitulasi suara secara berjenjang.
Menurutnya, KPU perlu diawasi dari seluruh penjuru agar Pemilu 2024 yang digelar serentak bisa mendapatkan legitimasi. Kekeliruan melalui Sirekap tak bisa dibiarkan, menjadi acuan untuk mengoreksi kembali hasil rekapitulasi secara manual dan berjenjang.
"Kalau bahannya kotor, rekap manual resmi itu juga tidak resmi," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







