Jokowi Target Proyek Pengendalian Banjir Rob di Tambak Lorok Rampung Agustus 2024

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau proyek pengendalian banjir dan penataan kampung nelayan di kawasan Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah.
Dia menargetkan, proyek ini akan rampung di Agustus 2024. Diharapkan, proyek pengendalian ini bisa menjadi percontohan untuk daerah-daerah lain dalam mengendalikan banjir rob, sekaligus penataan kampung nelayannya.
"Nanti akan selesai bulan Agustus. Ini nanti kalau memang baik, penataan kampung nelayannya baik, nanti akan kita bisa direplikasi dicopy ke daerah-daerah lain. Paling tidak ada contoh dulu," kata Jokowi saat peninjauan dikutip Youtube Sekretariat Presiden, Senin (17/6/2024).
"Nanti kita lihat dulu kalau sudah selesai, penataan kampungnya seperti apa, tanggul pengendalian robnya efektivitasnya seperti apa," jelasnya.
Dia menjelaskan, dengan panjang mencapai 3,6 kilometer (km), diperkirakan tanggul ini bisa menahan banjir rob selama 30 tahun. Tercatat, proyek ini telah menghabiskan anggaran hingga Rp386 miliar.
"Ini adalah proyek pengendalian rob dan penataan kawasan kampung nelayan di tambak lorok yang panjanganya untuk tanggul robnya 3,6 km untuk pengendlian rob di tambak lorok dan juga penataan kampung nelayan. Saya kira dalam jangka 30 tahun minimal itu bisa menahan rob yang terjadi," imbuhnya.
Kampung Tambak Lorok, Kelurahan Tanjung Mas Kecamatan Semarang Utara, adalah perkampungan nelayan terbesar di Kota Semarang, yang letaknya berada di garis pantai Laut Jawa.
Kampung ini terletak tepat di pinggiran Kota Semarang bagian utara yang langsung berbatasan dengan perairan Laut Jawa, tepatnya di pinggir Sungai Banger.
Tambak Lorok adalah perkampungan nelayan yang masyarakatnya selalu menjalani aktivitas dalam alunan kebersamaannya ketika akan memulai melaut dan menangkap ikan serta sebagai ucap syukur atas berkah hasil tangkapan ikan pada tahun sebelumnya dan dipercaya sebagai tolak bala, masyarakat Tambak Lorok selalu mengadakan prosesi budaya 'Sedekah Laut Tambak Lorok' dengan melakukan larungan berupa kepala kerbau dan hasil polowijo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







