Bawaslu Tak Ingin Ada Eksploitasi Anak di Pilkada 2024

AKURAT.CO Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberikan perhatian serius terhadap kemungkinan eksploitasi anak saat kegiatan politik di Pilkada Serentak 2024.
Anggota Bawaslu, Lolly Suhenty, mengatakan peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli 2024 menjadi momen refleksi bagi seluruh pihak, untuk mencegah eksploitasi anak dalam kegiatan politik.
"Kerawanan kegiatan kampanye dengan mengeksploitasi anak patut kita cegah," katanya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (25/7/2024).
Lolly menjelaskan, Pasal 280 Ayat 2 huruf (k) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu menyebutkan, pelaksana dan atau tim kampanye dalam kegiatan kampanye pemilu dilarang mengikutsertakan warga negara Indonesia yang tidak memiliki hak pilih.
Baca Juga: Sinopsis Film The Hitman's Wife's Bodyguard, Kisah Aksi Ryan Reynolds Menjadi Pengawal Pribadi!
Kemudian juga terdapat Pasal 15 huruf (a) UU Nomor 35/2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak yang berbunyi "Setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari penyalahgunaan dalam kegiatan politik. Anak wajib untuk tidak disalahgunakan dalam kegiatan politik termasuk dilibatkan dalam kampanye pemilu".
"Setiap anak punya hak untuk tumbuh dan berkembang secara secara bermartabat. Di antaranya mendapatkan perlindungan dari penyalahgunaan politik," kata Lolly.
Lolly menuturkan jika berkaca pada pemilu sebelumnya maka selalu didapati kegiatan kampanye yang melibatkan anak-anak.
Oleh karena itu, Bawaslu akan melakukan berbagai upaya untuk melakukan pencegahan agar anak-anak tidak dilibatkan dalam kampanye politik.
Baca Juga: Soroti Ketimpangan Jakarta, Sohibul Iman Janji Pangkas Jarak Antara si Kaya dan si Miskin
"Bawaslu berkomitmen untuk mencegah keterlibatan anak dalam kegiatan kampanye," pungkas Lolly.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







