Pascasarjana Universitas Borobudur Jalin Kerja Sama dengan Fakultas Hukum Universitas Airlangga

AKURAT.CO Universitas Borobudur menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Senin (29/7/2024).
Kerja sama ini melibatkan program studi Magister Ilmu Hukum dan Doktor Ilmu Hukum yang keduanya terakreditasi UNGGUL. Tujuannya adalah untuk saling menguntungkan dalam pengembangan ilmu hukum.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Pascasarjana Universitas Borobudur, Prof. Faisal Santiago, dan Dekan Fakultas Hukum Unair, Iman Prihandono, Ph.D.
Kerja sama ini mencakup penelitian bersama, kuliah bersama, dan pertukaran mahasiswa antara kedua institusi.
Baca Juga: Denny Sumargo dan Olivia Allan Dikaruniai Anak Pertama, Ini Nama Putrinya
Prof. Ade Saptomo menekankan pentingnya segera melaksanakan penelitian bersama untuk mewujudkan hasil dari MoU ini.
Dalam waktu dekat, kerja sama ini akan diwujudkan dengan melibatkan penguji eksternal untuk ujian doktor ilmu hukum di kedua kampus.
Prof. Agus Yudha Hernoko mengumumkan bahwa kegiatan konferensi internasional akan dilaksanakan pada Oktober 2024, yang akan diikuti oleh mahasiswa pascasarjana dari Universitas Borobudur dan Unair.
Semangat unggul sangat digelorakan oleh kedua belah pihak guna menghasilkan mahasiswa yang berkualitas untuk Indonesia yang lebih baik.
Kegiatan MoU ini dihadiri oleh para wakil dekan Fakultas Hukum Unair, serta perwakilan dari Universitas Borobudur termasuk Dr. Azis Budianto sebagai Kaprodi MIH, Dr. Ahmad Redi, Rian Achmad, Bapak Kasdam Pk Endro, Bapak Kajari Tanjung Perak Ricky Anas, dan Bapak Sugeng Riyadi dari Polda Jawa Timur, yang merupakan mahasiswa dan alumni doktor ilmu hukum Universitas Borobudur.
Baca Juga: KH Zarkasyi Hasbi Meninggal Karena Apa?
Selain MoU, akan segera diwujudkan Konsorsium Doktor Ilmu Hukum Indonesia yang akan bersinergi mengembangkan keilmuan dalam bidang hukum dan tata kelola perguruan tinggi.
Prof. Faisal menyatakan bahwa MoU ini merupakan pencapaian luar biasa karena melibatkan kerja sama antara Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
“Hal ini dapat terwujud karena semangat UNGGUL dan visi yang sama, yaitu Maju Bersama," pungkas Prof. Faisal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








