Kemendagri Dorong Perbaikan Sistem Kurangi Risiko Petugas Pemilu Meninggal Dunia

AKURAT.CO Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menegaskan pentingnya perbaikan sistem Pemilu untuk menciptakan mekanisme yang lebih sehat dan mengurangi risiko bagi petugas di lapangan.
Meskipun angka kematian petugas penyelenggara Pemilu menurun, tetap saja kejadian ini menjadi perhatian serius pemerintah. Terlebih, faktor utama yang menyebabkan kematian para petugas adalah masalah kesehatan, terutama kelelahan dan serangan jantung.
"Catatan bagi kita semua, bagaimana menihilkan atau mengurangi petugas penyelenggara yang meninggal karena kelelahan tadi," kata Bima dalam Rapat Kerja Komite I DPD RI bersama Kemendagri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/12/2024).
Baca Juga: Kemendagri: Jumlah Petugas Penyelenggara Pilkada 2024 Meninggal Dunia Menurun
Menurutnya, dengan terus meningkatkan kualitas sistem Pemilu diharapkan seluruh penyeneggalaran pesta demokrasi di masa mendatang dapat lebih efisien dan aman, khususnya bagi petugas dan masyarakat.
"Ini catatan kita ke depan untuk memperbaiki sistem bersama-sama, baik secara teknis maupun administratif," tuturnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menyebutkan jumlah petugas yang meninggal pada Pilkada 2024 lebih sedikit dibandingkan dengan pelaksanaan pemilu sebelumnya.
Berdasarkan data Kemendagri pada Pilkada 2020,terdapat 41 petugas yang meninggal dunia, sementara pada Pemilu 2019 jumlahnya mencapai 722 orang. Sementara itu, pada Pemilu 2024 tercatat 181 petugas meninggal dunia.
"Ini kita bandingkan dengan periode sebelumnya tentu jauh angkanya ini," kata Bima dalam Rapat Kerja Komite I DPD RI bersama Kemendagri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/12/2024).
Sementara pada pelaksanaan tahun ini, pihaknya mencatat sebanyak 28 petugas penyelenggara pemilu meninggal dunia selama pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








