Tahun Ini Pemerintah Fokus Swasembada Beras, Jagung, Gula dan Garam

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan Kementerian Pertanian untuk mewujudkan swasembada pangan di tahun 2025.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, mengatakan bahwa ada beberapa komoditas pangan yang menjadi fokus pemerintah untuk swasembada tahun ini, yaitu beras, jagung, gula hingga garam.
"Jadi, kita sudah ditargetkan di pertanian, itu sudah ditargetkan oleh Presiden, kita tidak diupayakan ya. Ini target namanya, perintah nih. Kita tidak boleh impor beras di tahun ini 2025, tidak impor jagung, tidak impor gula konsumsi dan tidak impor garam konsumsi," jelasnya, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (21/1/2025).
Baca Juga: Prabowo Optimis Ekonomi Tumbuh 8 Persen dan Swasembada Pangan Terwujud Lebih Cepat
Menurut Wamentan, ke depan, pemerintah juga berencana melakukan swasembada pangan, khususnya komoditas daging dan susu.
Sebab, kebutuhan daging dan susu saat ini mayoritas masih dipenuhi oleh produk impor.
"Pangan itu kan banyak ya, nah kita mulai dulu dari mulai beras, jagung, kita beresi, nanti kita pelan-pelan. Termasuk apakah susu dan daging yang saat ini kita memang lebih banyak impor daripada yang kita produksi. Itu juga menjadi bagian dari road map kita untuk swasembada," ujarnya.
Baca Juga: Kementan Dorong Swasembada Pangan di Kepulauan Bangka Belitung
Pembukaan lahan baru untuk pertanian menjadi salah satu upaya untuk mewujudkan swasembada pangan.
Hal ini diperlukan untuk menopang kebutuhan pangan nasional yang semakin besar tiap tahunnya.
"Termasuk food estate itu, itu keniscayaan, memang harus kita laksanakan. Kalau enggak, ini kan penduduknya tambah banyak, lahan pertanian tambah makin lama, ya adalah satu-dua tempat yang dipakai untuk pabrik, untuk apa, untuk apa. Nah, itu mau enggak mau kita harus. Memang harus ada pembukaan lahan baru di daerah-daerah, yang lebih banyak itu di daerah rawa," papar Wamentan.
Baca Juga: Kebut Modernisasi Jaringan Irigasi demi Swasembada Pangan
"Karena kalau rawa itu enggak perlu mikir air, sudah ada airnya. Kalau di gunung-gunung, di mana-mana kan kadang susah, harus bikin irrigasi dan seterusnya," sambungnya menambahkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








