Efisiensi Anggaran Dilakukan Akibat Ada Kebocoran APBN hingga 30 Persen

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, mengatakan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) selama ini mengalami kebocoran sampai 30 persen.
Kebocoran inilah, yang menjadi penyebab keluarnya kebijakan instruksi presiden untuk melakukan efisiensi anggaran di seluruh lembaga pemerintah.
"Tekait dengan program pemerintah yang melakukan penghematan di berbagai bidang, terkait dengan anggaran, kenapa dilakukan penghematan dan untuk apa uangnya dihemat itu. Presiden tegas mengatakan bahwa sekitar 30 persen dari APBN kita selama ini ternyata itu bocor," ucap Menteri Koordinator bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, Jumat (21/2/2025).
Yusril mengatakan, anggaran bocor yang dimaksud diartikan sebagai pengeluaran yang kurang penting dan tidak bermanfaat. Penggunaan anggaran tersebut juga kerap kalo tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Baca Juga: Daripada Efisiensi Anggaran Untuk MBG, Celios Usulkan Skema Ini, Bisa Hemat Rp256 Triliunan
"Tidak dapat dipertanggungjawabkan dan terlalu banyak pengeluaran untuk hal-hal yang sebetulnya tidak terlalu perlu dan mendesak," ujarnya.
Sementara, pemerintah memerlukan investasi yang cukup besar. Sehingga, hasil dari efisiensi anggaran tersebut akan diinvestasikan terhadap proyek-proyek besar.
"Jadi penghematan dilakukan sekitar 30 persen itu sekitar USD20 miliar setiap tahun, dan itu akan mengenerate 6 kali lipat, USD120 miliar plus 20, USD140 miliar, berarti dalam 5 tahun pemerintah itu akan menyimpan dana sebesar USD700 miliar dan akan diinvestasikan dalam proyek-proyek besar," ucapnya.
Dia menjelaskan, dalam satu tahun pemerintah akan investasi di sekitar 34-35 mega proyek. Diharapkan, langkah itu akan membuat dampak yang sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia 5 tahun ke depan.
"Sehingga target pencapaian ekonomi, pertumbuhan ekonomi 8 persen itu bukan sesuatu yang mustahil untuk dicapai. Dan kalau itu terjadi terus maka diharapkan betul-betul tahun 2045 itu Indonesia betul-betul berada pada posisi negara maju," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026






