DPR: Pos Dubes Strategis yang Kosong Perlu Segera Diisi, Termasuk Amerika Serikat

AKURAT.CO Pemerintah diminta untuk segera mengisi kekosongan posisi duta besar (dubes) di sejumlah negara strategis, seperti Amerika Serikat (AS).
Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, mengatakan pengisian pos-pos penting tersebut perlu segera dilakukan, meskipun tetap mengikuti aturan diplomatik yang berlaku.
Dia pun menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri, Sugiono, untuk segera memilih kandidatnya.
"Ini kita kembalikan kepada Pak Prabowo, tentu Saudara Menlu. Tentunya ya pos-pos, penting ini ya kalau bisa segera diisi. Karena kalimat segera ini, sesegeranya diplomatik itu juga ada aturan," ujar Utut saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/4/2025).
Baca Juga: Segera Tetapkan Dubes di AS untuk Hadapi Kebijakan Tarif Impor
Dia menjelaskan, proses pengangkatan dubes membutuhkan persetujuan dari negara tujuan, sehingga tidak bisa dilakukan secara instan.
"Biasanya kita kirim nota, nama, mereka melakukan persetujuan atau agreement, agreement gitu. Baru di sini bisa jalan. Kalau Komisi I, setiap saat ketika surat dari Presiden hadir, tiba, surat dari Ketua DPR hadir, pasti segera kita jadwalkan," imbuhnya.
Menanggapi pertanyaan terkait rencana pembahasan bersama Kementerian Luar Negeri, pihaknya sudah menjadwalkan rapat kerja pada Kamis mendatang. "Kita upayakan kita ketemu semua mitra kita. Karena ini kan habis Lebaran, kita juga udah harus bersiap," tuturnya.
Selain membahas kekosongan posisi dubes, Komisi I juga akan membahas soal pagu indikatif anggaran dan dinamika geopolitik terkini.
"Ada pagu indikatif kalau di anggaran, harus pagu indikatif kan, kemudian ada pagu sementara, dan itu baru pagu definitif atau alokasi kan sekarang. Nah yang jelas baru Lebaran, kalau secara geopolitik ada perubahan, pergeseran, perang tarif ini pasti ada dampaknya. Kebenaran mitra kami, Kemlu, salah satunya mudah-mudahan nanti Pak Menlu Sugiono bisa menjelaskan sebaik-baiknya," urainya.
Meski begitu, Utut yang merupakan politisi senior PDIP ini menegaskan bahwa penjelasan saja tidak cukup dalam diplomasi. "Tetapi menjelaskan saja kan tidak cukup. Yang paling penting dari menjelaskan itu kan, bisa ke mitra di sana, pesan kita sampai, tapi tidak menyakiti," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







