Menteri PKP: Jaga Kualitas Perumahan untuk Rakyat

AKURAT.CO Pengembang perumahan di Provinsi Jawa Tengah diingatkan tetap berintegritas dan bertanggung jawab dalam membangun rumah berkualitas untuk rakyat, sesuai Program 3 Juta Rumah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Kami berharap pengembang perumahan di Jawa Tengah menjadi pengembang yang bertanggung jawab dengan membangun rumah berkualitas untuk rakyat," ujar Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, dalam keterangannya, Senin (28/4/2025).
Pada Minggu (27/4/2026) kemarin, Maruarar melakukan pertemuan dengan sejumlah asosiasi pengembang perumahan di Jateng.
Pihaknya ingin mendapatkan masukan serta saran yang produktif dalam menghadapi kendala yang dihadapi pengembang di lapangan.
Maruarar juga menyampaikan sejumlah kebijakan terkait Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu program prorakyat Presiden Prabowo, untuk menyediakan hunian layak dan berkualitas.
Baca Juga: Prabowo Terima Kunjungan Menteri UEA, Tindak Lanjuti Kerja Sama Sektor Energi dan Perumahan
"Saya meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mendorong pelaksanaan pembebasan BHPTB dan PBG bagi rakyat di seluruh kabupaten/kota yang ada di Provinsi Jawa Tengah," katanya.
Maruarar menjelaskan, Kementerian PKP sebagai instansi pemerintah harus mau mendengar masukan dari mitra kerja.
Selain juga menegaskan kepada para pengembang untuk melaporkan apabila ada pegawai Kementerian PKP yang melakukan korupsi dalam pembangunan perumahan.
"Silakan pengembang untuk mengadukan apabila ada pegawai Kementerian PKP yang melakukan korupsi, melalui kanal Pengaduan Konsumen Perumahan Terpadu Bantuan Edukasi dan Asistensi Ramah untuk Pengaduan Konsumen Perumahan (BENAR-PKP) di nomor Whatsapp 0812-88888-911," jelasnya
"Tetap semangat ya bangun rumah untuk rakyat. Pemerintah telah mengalokasikan alokasi pendanaan untuk 220 ribu unit rumah bersubsidi dan bisa dimiliki oleh masyarakat berpenghasilan rendah dengan KPR FLPP," tambah Maruarar.
Baca Juga: PSN di Utara Jakarta Bukan untuk Perumahan, tapi Proyek Hijau yang Ciptakan Lapangan Kerja
Dalam pertemuan yang digelar di Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Jateng, Maruarar berdiskusi dengan perwakilan asosiasi pengembang dari REI, Himperra, Apersi, Apernas, Himpunan Pengembang Nusantara (HIPNU) serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jateng.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







