Berkaca dari Konflik Iran-Israel, DPR Minta Tinjau Ulang Sistem Pertahanan Nasional

AKURAT.CO Komisi I DPR mempertanyakan kembali konfigurasi sistem pertahanan nasional menyusul meningkatnya intensitas perang berteknologi tinggi di Timur Tengah.
Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, mengatakan serangan militer AS ke fasilitas nuklir Iran yang menggunakan bomber siluman B-2 baru-baru ini, menjadi peringatan bahwa peperangan modern tak lagi mengandalkan jumlah personel semata.
"Perang saat ini sudah pakai alat-alat canggih. Mohon maaf, nanti Panglima, Menhan, para kepala staf, masih perlukah konfigurasi personel seperti itu? Sekarang Angkatan Darat 370.000 orang, Angkatan Udara 40.000 orang, dan Angkatan Laut 70.000 orang," kata Utut kepada wartawan, di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (23/6/2025).
Baca Juga: Iran Ancam Tutup Selat Hormuz, DPR RI Minta Pemerintah Gerak Cepat Siapkan Alternatif
Serangan AS terhadap tiga fasilitas nuklir Iran, disebutnya sebagai bentuk transformasi wajah peperangan masa kini yang didominasi teknologi presisi dan stealth.
Hal ini tentunya menuntut Indonesia, untuk memperkuat sumber daya manusia berbasis keilmuan tinggi, bukan hanya jumlah. "Jadi kita harus perbanyak ahli metalurgi, ahli ilmu IT, ahli radar. Dia punya material," tegasnya.
Utut menilai, fokus modernisasi pertahanan ke depan harus menyasar kompetensi teknologi dan digitalisasi alutsista. Dalam konteks itu, pembangunan kualitas SDM pertahanan menjadi prioritas yang tak bisa ditawar.
Meski demikian, dia tetap menyerukan pentingnya menahan diri dalam merespons konflik. Dia mengingatkan agar seluruh pihak, termasuk elite, tidak menambah panas suasana yang sudah genting.
"Kita menahan dirilah. Kita juga berkomentar yang tidak memancing suasana tambah panas sebab kalau udah panas ini bahaya sekali," tutup Utut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








