PCO Ungkap Ada 3,6 Juta Lapangan Kerja dalam Satu Tahun, Saran Cari Kerja ke Luar Negeri Cuma Opsi

AKURAT.CO Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) RI, Hasan Nasbi, meluruskan pernyataan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, yang sempat menyarankan masyarakat untuk mencari kerja di luar negeri.
Dia menganalogikan saran tersebut seperti halnya seseorang yang ingin berkuliah. Menurut Hasan, bekerja atau kuliah di luar negeri adalah sebuah kesempatan dan memperbanyak pilihan.
"Sama kayak kuliah. Kalau kalian kuliah di dalam negeri karena di dalam negeri tersedia universitas-universitas dan perguruan tinggi yang baik. Tapi begitu ada kesempatan untuk kuliah ke luar negeri, pasti diambil juga kan? Kemungkinan besar juga diambil kan?" kata Hasan dalam konferensi pers di Kantor PCO, Jakarta, Selasa (8/7/2025).
Baca Juga: PCO: Era Prabowo Bawa Kebangkitan Petani, Pertumbuhan Pertanian Tertinggi Sejak 53 Tahun
Di sisi lain, menurutnya, bekerja atau kuliah di luar negeri bukan berarti bahwa di dalam negeri tidak ada kesempatan atau tempat yang baik.
"Jadi, kita anggap ini memperbanyak opsi. Ya memperbanyak pilihan-pilihan untuk kuliah, memperbanyak pilihan untuk bekerja. Jadi, bukan karena tidak ada pekerjaan di dalam negeri," lanjut Hasan.
Terkait dengan lapangan pekerjaan, Hasan menjelaskan, sudah ada 3,6 juta lapangan kerja yang tercipta di dalam negeri selama satu tahun ke belakang.
Baca Juga: PCO Dorong Relawan Prabowo Aktif Suarakan Capaian Pemerintah
Hal ini menegaskan bahwa masyarakat tetap memiliki pilihan dan kesempatan untuk bekerja di dalam negeri.
"Karena kalau menurut data sampai Mei 2025 itu sudah tercipta, satu tahun terakhir tercipta lapangan kerja sebesar 3,6 juta lapangan kerja. Februari to Februari ya. Jadi Februari 2024 sampai Februari 2025 tercipta sekitar 3,6 juta lapangan kerja. Lapangan kerja di Indonesia ada. Tapi ada pilihan di luar negeri yang menarik kan nggak apa-apa," tuturnya.
Sebelumnya, pernyataan Menteri P2MI/Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Abdul Kadir Karding, menuai sorotan usai menyarankan masyarakat untuk bekerja ke luar negeri.
Baca Juga: PCO Goes to Campus: Hasan Nasbi Ajak Mahasiswa Perkuat Literasi Digital
"Di Jawa Tengah ada satu juta (pengangguran) yang belum terserap, anda (mahasiswa) calon (tenaga kerja) yang tidak terserap maka segera berpikir ke luar negeri," kata Karding, saat peresmian Migrant Center di Universitas Diponegoro, Semarang, Kamis (26/6/2025).
Belakangan, Karding telah meluruskan pernyataannya. Dia menegaskan bahwa dirinya tidak memaksa masyarakat untuk bekerja di luar negeri, melainkan sebagai peluang dan alternatif yang logis.
Baca Juga: Program MBG Jangkau 5,5 Juta Penerima Manfaat, PCO: Gizi Anak Terbukti Meningkat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






