Prabowo Kritik Tajam Prinsip Ekonomi Neolib, 200 Tahun Kekayaan Enggak Netes ke Bawah

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kritik tajam terhadap mazhab neoliberal dalam pidatonya di acara peringatan Hari Lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di JCC, Senayan, Rabu (23/7/2025) malam.
Menurut Presiden Prabowo, ide bahwa kekayaan akan menetes ke bawah dari orang kaya ke masyarakat luas tidak terbukti dalam kenyataan.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Pasal 33 UUD 1945 sebagai Landasan Pembangunan untuk Kesejahteraan Rakyat
Ia kemudian mengutip Pembukaan UUD 1945 dan menekankan bahwa pelaksanaannya tercermin dalam Pasal 33.
"Ini Pasal 33 Ayat 1: Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Kekeluargaan, bukan asas konglomerasi. Asas keluarga, asas kekeluargaan. Ya seluruh bangsa Indonesia kita harus diperlakukan sebagai keluarga," ucapnya.
Baca Juga: Bahlil: Golkar Siap Kawal Prabowo-Gibran Sampai Tuntas!
Presiden Prabowo menyatakan bahwa asas kekeluargaan ini bertentangan dengan ajaran neoliberalisme yang membenarkan ketimpangan dengan harapan akan terjadi efek tetesan kekayaan (trickle down effect).
"Ini bertentangan dengan beberapa mazhab-mazhab ekonomi, terutama mazhab ekonomi neoliberal. Karena di masa neoliberal ini menurut mereka enggak apa-apa kalau yang segelintir orang tambah kaya. Enggak apa-apa, biar segelintir orang tambah kaya. Menurut teori itu, lama-lama kekayaan itu akan menetes ke bawah," jelasnya.
Baca Juga: Komitmen Prabowo terhadap Pemberantasan Korupsi Buka Jalan Menuju Indonesia Cerah
Kritik terhadap teori trickle down ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, sesuai amanat konstitusi.
"Kenyataannya menetesnya lama banget. Menetesnya 200 tahun, sudah mati kita semua itu... jadi itu enggak bener, enggak bener, tidak akan netes ke bawah. Bagaimana saudara merasa menetes ke bawah? Setetes pun enggak ya?" kata Presiden Prabowo.
Baca Juga: Prabowo kepada Perwira Muda TNI-Polri: Jangan Biarkan Indonesia Ditindas Lagi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








