Dari Pesisir untuk Indonesia, BPIP Teguhkan Semangat Relawan Kebajikan Pancasila di Sukabumi

AKURAT.CO Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menyelenggarakan Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila kepada lebih 500 orang di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, yang merupakan bagian dari kawasan strategis Geopark Ciletuh.
Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran relawan sebagai penjaga nilai-nilai Pancasila.
Kepala BPIP, Prof. Yudian Wahyudi, menyatakan bahwa Pancasila harus hadir dalam bentuk konkret dan aplikatif di kehidupan sehari-hari.
"Pancasila adalah jalan hidup bangsa yang harus nyata dalam tindakan kita, dalam gotong royong membangun desa, dalam toleransi beragama dan dalam kejujuran berdagang," ujarnya, melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (1/8/2025).
Prof. Yudian menekankan bahwa para relawan Gerakan Kebajikan Pancasila memegang peran penting sebagai agen perubahan yang membawa nilai-nilai kebangsaan ke tengah masyarakat.
"Menghadapi tantangan zaman seperti disrupsi digital, intoleransi dan individualisme, kita tidak punya pilihan selain memperkuat fondasi kebangsaan kita. Dan fondasi itu adalah Pancasila," jelasnya.
Baca Juga: BPIP Kaji 210 Kebijakan Pemerintah, 10 Regulasi Bertentangan dengan Nilai Pancasila
Wakil Ketua Komisi XIII DPR, Dewi Asmara, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran masyarakat dan relawan dalam kegiatan ini.
Dia menyoroti pentingnya internalisasi nilai-nilai Pancasila di tengah arus globalisasi budaya asing yang masif.
"Kadang kita hafal Pancasila tapi lupa mengamalkannya. Jangan sampai kita kehilangan jati diri karena pengaruh budaya luar. Pancasila harus menjadi kompas moral kita," ujarnya.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Bentuk Karakter Anak Sesuai Nilai Pancasila di Era Kemajuan Teknologi
"Kita tidak hanya maju karena ekonomi atau prestasi tapi karena memiliki moral berdasarkan Pancasila dan akhlak mulia," tambah Dewi.
Dia juga menyampaikan bahwa masyarakat di kawasan Geopark Ciletuh memiliki potensi besar menjadi percontohan gerakan kebajikan Pancasila berbasis budaya lokal dan gotong royong.
"Kami di DPR siap mendukung gerakan ini agar menjangkau seluruh desa," kata Dewi.
Baca Juga: BPIP Harus Berperan Aktif Kawal Implementasi Pancasila dalam Kebijakan Pemerintah
Sementara itu, Deputi Bidang Hubungan Antarlembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan BPIP, Prakoso, menyebut kegiatan ini selaras dengan Asta Cita Presiden RI, khususnya dalam memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi dan hak asasi manusia.
"Pancasila tidak boleh hanya menjadi kenangan sejarah. Ia harus menjadi warisan hidup yang menjaga persatuan bangsa," ungkapnya.
Prakoso mengajak semua elemen pemerintah, ormas, tokoh agama dan generasi mudauntuk memperkuat sinergi demi menjaga nilai-nilai Pancasila dari Sabang sampai Merauke.
Baca Juga: RUU BPIP dan Tugas Mulia Membumikan Pancasila
Dia juga menilai karakter masyarakat Sukabumi yang religius, berbudaya dan penuh semangat gotong royong menjadikan kawasan ini sebagai contoh ideal dalam pengamalan nilai-nilai Pancasila secara nyata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








