Misbakhun: Pengawasan DPR Jadi Kunci Menjaga Stabilitas Ekonomi Selama Nataru

AKURAT.CO Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, memastikan bahwa fungsi pengawasan DPR, khususnya melalui Komisi XI, menjadi instrumen penting dalam menjaga kredibilitas dan efektivitas kebijakan ekonomi nasional. Terutama pada periode meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Menurut Misbakhun, dengan mandat pengawasan atas kebijakan fiskal, moneter, serta sektor jasa keuangan, Komisi XI berada pada posisi strategis untuk memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga di tengah tekanan musiman.
"Momentum libur Natal dan Tahun Baru selalu diikuti dengan peningkatan konsumsi. Karena itu, pengawasan DPR diperlukan agar kebijakan pengendalian inflasi dan stabilisasi harga benar-benar berjalan efektif di lapangan," ujarnya, melalui pernyataan tertulis, Rabu (24/12/2025).
Baca Juga: Misbakhun Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Sumatera Pascabencana
Misbakhun menjelaskan bahwa fungsi pengawasan Komisi XI tidak berhenti pada tahap perumusan kebijakan dan penganggaran. Tetapi juga mencakup evaluasi implementasi kebijakan, serta dampaknya terhadap stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan kebijakan ekonomi pada periode Nataru sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah dan otoritas terkait menjaga keseimbangan antara kelancaran konsumsi dan pengendalian inflasi.
"Stabilitas makroekonomi tidak boleh hanya bergantung pada niat baik kebijakan tetapi harus dijaga melalui pengawasan yang konsisten dan terukur. Terlebih pada periode dengan tekanan inflasi musiman seperti saat ini," kata Misbakhun.
Baca Juga: Mukhamad Misbakhun Dinobatkan sebagai Tokoh Integrator Kebijakan Ekonomi di detikcom Awards 2025
Lebih lanjut, Misbakhun menekankan pengawasan DPR diarahkan untuk memastikan indikator makroekonomi berdampak langsung pada penguatan ekonomi riil.
Komisi XI DPR mengawal kebijakan yang berkaitan dengan daya beli masyarakat, kelancaran konsumsi domestik. Serta perlindungan kelas menengah agar aktivitas ekonomi selama Nataru tetap terjaga tanpa memicu lonjakan harga yang berlebihan.
"Pertumbuhan ekonomi tidak cukup dilihat dari angka. Kualitasnya harus tercermin dari kemampuan masyarakat menjaga daya beli dan menikmati momentum konsumsi secara wajar," ujarnya.
Baca Juga: Komisi XI DPR Siap Bahas RUU Redenominasi Rupiah, Misbakhun Ingatkan Soal Transisi Bertahap
Di samping itu, Komisi XI DPR juga menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga di tengah meningkatnya transaksi dan mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun.
"Kepercayaan publik adalah modal utama stabilitas ekonomi. Dan itu hanya bisa dijaga melalui pengawasan yang tegas, konsisten dan berbasis data," kata Misbakhun.
Menutup pernyataannya, Misbakhun menegaskan bahwa Komisi XI DPR akan terus memastikan setiap kebijakan ekonomi yang dijalankan bersama pemerintah tetap akuntabel, adaptif terhadap dinamika musiman. Serta berorientasi pada stabilitas harga dan keberlanjutan daya beli masyarakat dalam jangka menengah dan panjang.
Baca Juga: Misbakhun Dukung Skema Pinjaman Pemerintah Pusat Jadi Terobosan untuk Pembiayaan Daerah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






