AKURAT.CO Bintang Mahaputera merupakan tanda kehormatan sipil tertinggi kedua di Indonesia, hanya berada satu tingkat di bawah Bintang Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan oleh Presiden Republik Indonesia kepada tokoh-tokoh yang dinilai berjasa luar biasa dalam menjaga keutuhan, kelangsungan, dan kejayaan NKRI.
Tanda kehormatan ini pertama kali ditetapkan pada 1959 melalui Undang-Undang Darurat Nomor 6 Tahun 1959, lalu diperkuat dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.
Penerima Bintang Mahaputera berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari politisi, pejabat negara, tokoh militer, akademisi, hingga budayawan. Hal ini menunjukkan bahwa penghargaan ini bukan hanya simbol, melainkan bentuk pengakuan negara terhadap pengabdian nyata di berbagai bidang kehidupan bangsa.
Kelas dan Tata Cara Pemakaian
Bintang Mahaputera terbagi ke dalam lima kelas:
-
Adipurna (Kelas I)
-
Adipradana (Kelas II)
-
Utama (Kelas III)
-
Pratama (Kelas IV)
-
Nararya (Kelas V)
Secara tata cara pemakaian, kelas tertinggi (Adipurna dan Adipradana) dikenakan dengan selempang di pundak kanan dan patra di dada kiri, sementara kelas lainnya dikenakan dalam bentuk kalung di leher disertai patra di dada kiri.
Desain bintang ini penuh makna. Warna putih melambangkan kesucian, sinar berjumlah 17 mutiara merujuk pada tanggal Proklamasi, serta padi dan kapas yang melingkari lambang di tengah menggambarkan kemakmuran dan keadilan sosial.
Penerima Bintang Mahaputera Terbaru 2025
Pada 25 Agustus 2025, Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Mahaputera kepada puluhan tokoh nasional dan ahli warisnya melalui Keppres No. 74/TK/2025.
Upacara penganugerahan yang digelar di Istana Negara berlangsung khidmat dengan dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan terima kasih atas jasa para penerima penghargaan:
“Atas nama negara dan bangsa, saya ucapkan terima kasih atas jasa-jasa pengabdian saudara-saudara sekalian. Semoga pengabdian itu menjadi warisan berharga bagi generasi penerus bangsa,” ujar Prabowo.
Beberapa nama penerima Bintang Mahaputera 2025 antara lain:
-
Abdul Muhaimin Iskandar
-
Bahlil Lahadalia
-
Retno Lestari Priansari Marsudi
-
Rd. Mohammad Marty Natalegawa
-
Purnomo Yusgiantoro
-
Agus Harimurti Yudhoyono
-
Hashim Sujono Djojohadikusumo
-
Fadli Zon
-
Meutya Viada Hafid
-
Perry Warjiyo
-
Taufiq Ismail
-
Muhammad Ainun Najib
-
Herlina Christine Natalia Hakim
-
serta sejumlah tokoh almarhum seperti Iskandar Muda Baharuddin Lopa, Dading Kalbuadi, Solihin Gautama Purwanegara, Benyamin Sueb, hingga Titiek Puspa.
Total, ada puluhan tokoh yang menerima penghargaan ini, termasuk tokoh politik, seniman, akademisi, hingga ulama. Keberagaman nama ini mencerminkan bahwa jasa luar biasa bagi bangsa bisa datang dari berbagai ranah kehidupan.
Makna Penganugerahan di Era Presiden Prabowo
Penganugerahan Bintang Mahaputera di era Presiden Prabowo Subianto tidak hanya sekadar penghormatan seremonial. Momentum ini sekaligus menjadi pesan bahwa negara **tidak pernah melupakan jasa dan dedikasi









