Pengamat: Penghapusan Informasi Tak Menghapus Fakta Aliansi Bisnis dengan Israel

AKURAT.CO Sebuah perusahaan multinasional diduga menghapus secara diam-diam pernyataan resmi di situs webnya yang sebelumnya menyebut adanya kerja sama bisnis dengan perusahaan Israel.
Penelusuran forensik digital menunjukkan penghapusan itu diduga terjadi antara 25 Juli hingga 5 Agustus 2025.
Pada 20 Mei 2025, laman resmi perusahaan masih menampilkan keterangan kontradiktif: di satu sisi mengklaim tidak memiliki hubungan dengan Israel, namun di sisi lain mengakui adanya kolaborasi dengan startup Israel di sektor susu dan teknologi pangan.
Menurut pengamat ekonomi syariah, Mohamad Mujibur Rohman, perubahan ini terjadi setelah media memberitakan kontradiksi tersebut pada 20–24 Juli 2025.
“Upaya ini menunjukkan perusahaan sadar akan kontradiksi mereka sendiri,” ujarnya, Selasa (26/8/2025).
Mujibur Rohman menegaskan, penghapusan informasi tidak menghapus fakta adanya kerja sama strategis dengan Wilk, startup asal Israel, serta Strauss Group, salah satu perusahaan pangan terbesar di negara tersebut.
Strauss Group sendiri tercatat sebagai salah satu perusahaan top di bursa saham Tel Aviv (TA-125) dengan nilai kapitalisasi pasar sekitar USD3 miliar.
Dengan kepemilikan 20 persen saham, kontribusi perusahaan multinasional itu terhadap ekonomi Israel diperkirakan mencapai USD600 juta.
Baca Juga: PIK2 Suguhkan Hunian Bergaya Jepang hingga Keseruan Dart Games di BCA Expo 2025
“Ini bukan sekadar bisnis biasa, tetapi aliansi strategis yang menguatkan ekonomi Israel,” kata Mujibur Rohman.
Ia menambahkan, Strauss Group menikmati lonjakan 161 persen bursa saham Tel Aviv pasca-Oktober 2023, sebagian didorong investasi asing, sebagaimana pernah disoroti Pelapor Khusus PBB untuk Palestina, Francesca Albanese.
Berdasarkan kerangka analisis Albanese, kontribusi perusahaan tersebut terhadap ekonomi Israel setara dengan 67 persen nilai investasi Dana Pensiun Norwegia (GPFG) ke perusahaan Israel yang pernah dikritik oleh Albanese.
“Jika GPFG dikritik, perusahaan ini juga pantas mendapat kritik serupa, bahkan lebih keras,” ujarnya.
Mujibur Rohman juga mengungkap tiga langkah yang diduga dilakukan untuk meredam isu ini: mengubah pernyataan resmi pada akhir Juli, memperoleh dukungan dari forum ulama di Cirebon pada 8 Agustus, lalu mempublikasikan dukungan itu di media pada 10 Agustus.
Menurutnya, para ulama kemungkinan tidak mendapat informasi lengkap soal kontradiksi pernyataan yang dimaksud.
“Kalau para kiai tahu semua informasinya, mungkin keputusannya akan berbeda,” tambahnya.
Ia menilai kerja sama dengan perusahaan besar Israel bertentangan dengan prinsip tidak mendukung penjajahan dan genosida Israel di Palestina.
Dalam istilah PBB, hubungan itu disebut sebagai “keterkaitan struktural” yang meliputi transfer teknologi, integrasi operasional, dan komitmen jangka panjang, jauh lebih dalam dibanding investasi portofolio biasa.
Baca Juga: UU Haji dan Umrah Tinggal Tunggu Tanda Tangan Presiden Prabowo
Temuan ini, kata Mujibur Rohman, menunjukkan klaim bahwa tidak ada hubungan dengan Israel tidak sepenuhnya benar.
Sebaliknya, terdapat bukti adanya kerja sama strategis yang memberi kontribusi signifikan terhadap perekonomian Israel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










