Prabowo Kenang Sosok Mahar Mardjono, Dokter Pribadi Soeharto yang Bikin Tentara Takut Masuk UI

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rasa bangganya terhadap sosok Prof. Dr. Mahar Mardjono, yang merupakan pejuang sekaligus dokter pribadi Presiden ke-2 RI, Soeharto.
Hal ini disampaikan Prabowo dalam acara peresmian Gedung Layanan Terpadu dan Institut Neurosains Nasional Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Mahar Mardjono, di kawasan Cawang, Jakarta Timur, Selasa (26/8/2025).
"Saya kenal Prof. Mahar Mardjono dan waktu itu saya ingin katakan kepada generasi penerus. Prof. Mahar Mardjono waktu mudanya adalah pejuang, ikut angkat senjata," ucap Prabowo.
Baca Juga: Brian Yuliarto Rangkap Jabatan Jadi Kepala Badan Industri Mineral, Ini Pertimbangan Prabowo
Prabowo menceritakan bahwa pada masa setelah kemerdekaan, banyak sekali dokter yang menjadi pemimpin, tidak hanya dalam lembaga militer, tapi juga institusi pendidikan.
"Angkatan 45 banyak sekali dokter yang memimpin, bahkan yang menjadi jenderal dokter-dokter medis. Kita mengenang Prof Jenderal Ibnu Sutowo, kita mengenang Jenderal Eri Sudewo, Rektor Universitas Airlangga, kemudian Jenderal Sjarif Thajeb Rektor UI, kemudian Menteri Pendidikan. Mereka semua pejuang," tuturnya.
Begitu juga dengan sosok Mahar Mardjono yang sempat menjadi Rektor di Universitas Indonesia (UI). Prabowo mengenang bahwa Mahar Mardjono adalah sosok yang sangat dihormati di kalangan militer.
Bahkan, Prabowo menceritakan bahwa para tentara pada masa Orde Baru tidak berani masuk UI karena dihadang langsung oleh Mahar Mardjono di depan gerbang.
Baca Juga: Mensesneg Ungkap Alasan Presiden Prabowo Beri Tanda Jasa Kehormatan 141 Tokoh
"Mahar Mardjono juga sangat terkenal. Dan juga beliau Rektor UI. Dan sangat terkenal kalau mahasiswa UI nakal-nakal, demo-demo lawan pemerintah, tentara mau nangkep masuk ke kampus, yang berdiri di pintu gerbang adalah Prof. Mahar Mardjono. Begitu tentara lihat Mahat Mardjono, enggak berani masuk, saking hormatnya sama beliau," ucap Prabowo.
Di sisi lain, Prabowo pun memuji kelihaian Mahar Mardjono dalam bersikap. Meskipun dia adalah dokter kepresidenan, namun Mahar Mardjono tetap berani mengkritik pemerintah.
"Hebatnya waktu itu, Prof. Mahar Mardjono dikenal sering kritik pemerintah, tapi at the same time beliau juga dokter pribadinya Pak Harto. Nah itulah seni ya zaman itu, bagaimana bisa berperan, saya sebagai tokoh intelektual, tapi saya sebagai dokter," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







