Kementerian Ekraf Audiensi dengan PERPI dan NIQ untuk Pertumbuhan Sektor Ekonomi Kreatif

AKURAT.CO Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) menggelar audiensi strategis dengan Perhimpunan Riset Pemasaran Indonesia (PERPI) dan NielsenIQ (NIQ). Audiensi tersebut, untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang berbasis data.
"Kolaborasi dengan pelaku riset global seperti NielsenIQ dan perusahaan riset pemasaran lainnya di bawah naungan PERPI akan memberikan insight yang presisi bagi pengembangan kebijakan dan strategi promosi digital subsektor kreatif Indonesia," ujar Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, Jakarta, Selasa (16/9/2025).
Menurutnya, pentingnya riset berbasis data untuk mendorong pertumbuhan 17 subsektor ekonomi kreatif. Dengan pemetaan potensi pasar dan perilaku konsumen berbasis data, dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan industri kreatif dari tingkat daerah hingga global.
Baca Juga: Menteri Ekraf: Semangat Kemerdekaan Harus Dikobarkan dalam Bentuk Karya Nyata
Dia juga menyebut Indikator Kinerja Utama (IKU) Kementerian Ekraf berkaitan dengan ekosistem bisnis bahkan ekonomi nasional, dimulai dari pertumbuhan PDB, Tenaga Kerja, Nilai Investasi dan Nilai Ekspor.
Untuk itu pertemuan ini menjadi langkah penting untuk memanfaatkan big data, riset, dan analisis konsumen sebagai dasar penguatan kebijakan dan promosi subsektor ekonomi kreatif nasional.
"Kementerian Ekraf memiliki 8 kluster program yang disebut Asta Ekraf, Jadi kira-kira ini yang kita kerjakan. Betul kita sekarang masih lebih banyak menyentuh ke para pegiat nya. Tapi, pegiat ini supaya lebih di tepat sasaran ke pasar seperti apa. Jadi itu yang saya pikir memang penting, sehingga nanti kita bisa lihat di mana peluang kerja samanya," jelasnya.
Ketua Umum PERPI, Amalia Paera, menambahkan bahwa asosiasi riset pemasaran yang beranggotakan 51 perusahaan ini akan menjadi mitra strategis untuk memastikan riset berjalan inklusif dan akuntabel.
PERPI melalui riset tahunan Market Behaviour Outlook, memberikan insight berbasis data yang dapat mendukung pemerintah dalam merumuskan strategi dan kebijakan yang lebih tepat sasaran, dengan lebih memahami kebutuhan pasar berdasarkan data sehingga semua program strategis akan tepat sasaran.
Baca Juga: Soal Kualitas Film Animasi Merah Putih One For All, Wamen Ekraf: Semua Kita Apresiasi
"Kita melihat banyak kolaborasi yang bisa kita lakukan dan sangat mendukung semua kebijakan pemerintah, terutama pengembangan ekonomi melalui sektor ekonomi kreatif yang sangat potensial. Sebagai asosiasi, kami dengan bangga siap men-support ekraf," ujarnya.
Audiensi ini juga memiliki potensi kerja sama di bidang pengembangan Indonesia Creative Brand Index, sebagai referensi promosi brand dan kekayaan intelektual lokal.
Indeks ini diharapkan menjadi tolok ukur bagi pelaku usaha kreatif, untuk meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi produk Indonesia di pasar global yang semakin kompetitif.
Pertemuan ini juga membahas pemanfaatan data untuk Kementerian Ekraf membuat kebijakan berdasarkan data dan pengembangan sub sektor prioritas, termasuk fashion, kuliner, aplikasi, dan gim.
"Data yang terintegrasi dari berbagai lembaga diharapkan mampu membuka peluang pasar baru dan memperkuat rantai nilai ekosistem kreatif di seluruh daerah, sejalan dengan target pemerintah menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi kreatif di Asia," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








