Mengejutkan! Eks Direktur WHO Bongkar Penyebab Utama Keracunan MBG

AKURAT.CO Eks Direktur WHO, Prof Tjandra Yoga Aditama, baru-baru ini membongkar penyebab utama keracunan pada program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam penjelasannya, Tjandra mengungkapkan bahwa dari hasil pengujian sampel makanan MBG di Laboratorium Kesehatan Daerah Jawa Barat, terdapat dua jenis bakteri utama yang diduga kuat menjadi biang kerok kasus keracunan tersebut.
Pertama, ditemukan bakteri Salmonella dalam jumlah yang dominan. Ia menjelaskan bahwa bakteri ini umumnya mencemari makanan yang tinggi kandungan protein.
Baca Juga: Dalam Hitungan Minggu, Mensesneg Jamin Setiap Dapur MBG Punya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi
Selain bakteri Salmonella terdapat bakteri Bacillus cereus yang muncul sebagai penyebab kedua keracunan di makanan.
Merujuk informasi dari NSW Food Authority Australia, Bacillus cereus sering dikaitkan dengan keracunan akibat nasi yang disimpan dalam kondisi kurang layak.
Namun, Tjandra menambahkan bahwa di luar kedua bakteri itu, WHO mencatat setidaknya ada lima kelompok penyebab umum yang bisa memicu keracunan makanan, dan kesemuanya sebetulnya bisa dianalisis melalui pemeriksaan laboratorium.
"Seandainya memungkinkan, kelima faktor ini juga sebaiknya diuji dalam kasus MBG untuk memperjelas sumber keracunan," ujarnya.
Lima Faktor Penyebab Utama Keracunan Makanan Versi WHO
Di sisi lain, Prof. Tjandra memaparkan bahwa WHO mengelompokkan penyebab umum keracunan makanan ke dalam lima kategori utama yang layak diwaspadai:
1. Bakteri Jahat
Sejumlah bakteri yang sering menjadi tersangka utama dalam kasus keracunan makanan meliputi Salmonella, Campylobacter, Escherichia coli, Listeria, dan Vibrio cholerae.
2. Virus Pengganggu Sistem Pencernaan
WHO menyoroti virus seperti Norovirus dan Hepatitis A yang kerap memicu wabah keracunan lewat makanan yang terkontaminasi.
Baca Juga: Prabowo Gelar Rapat di Kertanegara, Evaluasi MBG Jadi Bahasan Utama
3. Parasit yang Menumpang Lewat Air dan Tanah
Dari cacing pipih seperti trematoda hingga cacing pita (Taenia), serta parasit mikroskopis seperti Ascaris dan Giardiasemuanya bisa masuk ke tubuh manusia lewat konsumsi makanan yang terpapar air atau tanah yang tidak higienis.
4. Prion: Ancaman dari Protein Menyimpang
Meski jarang terjadi, infeksi prion tetap menjadi perhatian. Agen infeksius ini berupa protein abnormal yang dapat menyebabkan penyakit seperti Bovine Spongiform Encephalopathy (BSE), atau yang dikenal awam sebagai penyakit sapi gila.
5. Kontaminan Kimia
WHO juga mencatat bahwa zat berbahaya seperti logam berat (timbal, kadmium, merkuri) dan polutan organik persisten (seperti dioksin dan PCB) dapat mencemari makanan dan memicu masalah kesehatan serius.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









