Peran RI dalam dalam Diplomasi Politik Dunia akan Terus Meningkat di Bawah Kepemimpinan Prabowo

AKURAT.CO Sekretaris Jenderal Partai Gelora Indonesia, Mahfuz Sidik, menegaskan bahwa pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah mengambil lompatan yang sangat kuat dalam diplomasi politik internasional.
Hal ini ditandai dengan aktifnya keterlibatan Presiden Prabowo dalam upaya mewujudkan perdamaian di Palestina. Bahkan, komitmen Presiden Prabowo turut mendapat apresiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
"Yakni terlibat dalam penyelesaian konflik Palestina. Bahkan Trump memuji-muji peran Presiden Prabowo," kata Mahfuz Sidik di Jakarta, Sabtu (18/10/2025).
Baca Juga: Prabowo Kirim Pesan Tegas: Pemimpin Harus Berani, Pejabat Nakal Harus Diganti
Seperti diketahui, Presiden Prabowo sempat hadir dalam peristiwa bersejarah penyelesaian konflik antara Palestina-Israel, yakni penandatanganan Perjanjian Damai yang digagas Presiden Donald Trump di Sharm el-Sheikh, Mesir.
"Sebagai negara muslim terbesar bersama negara Timur Tengah dan Turki, Pak Prabowo memahami betul kepentingan Indonesia dalam geopolitik global, terutama di kawasan Timur Tengah," katanya.
Menurutnya, Indonesia saat ini memiliki posisi tawar dan mulai bisa mewarnai agenda kesepakatan di dalam politik global. "Dan bagaimana nantinya Indonesia bisa terus mewarnai agenda kesepakatan di dalam politik global baru, dimana proposal politiknya dapat diakomodasi," katanya.
Dia optimis, peran Indonesia dalam diplomasi politik internasional akan semakin meningkat di bawah kemimpinan Presiden Prabowo Subianto. "Kenapa tiba-tiba Indonesia sekarang ini mengambil langkah lompatan yang sangat kuat dalam diplomasi politik internasional, karena Pak Prabowo itu realis," ujarnya.
Mahfuz menilai, Presiden Prabowo memiliki kecenderungan menganut 'Mazhab Realis' dalam teori global politik, serta upaya kerja sama antar negara, dimana kepentingan kolektif bangsa selalu diutamakan.
"Mazhab Realis itu melihat kehidupan politik dan politik global ini sebagai power game, sebagai permainan kekuasaan. Karena ini permainan kekuasaan, maka setiap negara harus tahu apa kepentingannya dan harus tahu apa kepentingan orang lain," katanya.
"Lalu, kalau tercapai akan dapat apa kalau enggak tercapai bagaimana cara menyelesaikannya. Inilah yang disebut realis," imbuhnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








