Masih Terdapat Sejumlah Kendala dalam Layanan Rawat Inap Kelas Satu RS Kapal

AKURAT.CO Kementerian Kesehatan menyiapkan rumah sakit kapal dengan fasilitas rawat inap dalam meningkatkan pelayanan di wilayah kepulauan.
Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Azhar Jaya, mengatakan, RS kapal merupakan strategi peningkatan akses kesehatan kepulauan dalam memberikan dan meningkatkan askesibilitas pelyanan kesehatan lanjutan pada daerah terpencil, sangat terpencil, tertinggal, perbatasan dan kepulauan. Serta daerah dengan keterbatasan kemampuan pelayanan rumah sakit.
"Saat ini sedang dalam proses mewujudkan kelas rawat inap standar madya. Karena masih dalam proses kebijakan awal, hanya memiliki satu kelas," katanya dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (13/11/2025).
Azhar menjelaskan, pelayanan yang akan diberikan ialah medik dan penunjang medik, keperawatan, kebidanan dan keformasian serta kesehatan dasar.
Namun, dalam proses pembangunan kelas satu rawat inap masih ditemukan beberapa kendala terkait kelengkapan tempat tidur, outlet oksigen, tirai partisi, kamar mandi dan askesibilitas.
"Kelas satu masih kendala adalah terkait kelengkapan tempat tidur, pembangunan kamar mandi dan outlet oksigen dan tirai partisi," ujarnya.
Baca Juga: Indonesia Kini Punya Rumah Sakit dengan Validasi HIMSS EMRAM Tingkat Tujuh
Data Kemenkes, lokus RS kapal yang telah beroperasi ialah RS Kapal Ksatria Airlangga yang memberikan layanan di wilayah Jawa Timur, Maluku dan Maluku Utara.
RS Kapal Nusa Waluya II di Papua, Papua Barat Daya dan Papua Barat. RS Kapal dr. Lie Dharmawan II, III, V di Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat.
RS Kapal Gandha Nusantara I dan II di Jawa Timur. Sedangkan RS Kapal dr. Joserizal Jurnalis dan RS Kapal Laksamana Malahati masih dalam proses perizinan.
Baca Juga: HUT ke-104, Rumah Sakit Santo Borromeus Tekankan Pentingnya Tindakan Promotif dan Preventif
Saat ini juga terdapat 2.769 rumah sakit yang telah mengimplementasikan Kelas Rawat Inap Standar atau KRIS. Dari jumlah itu terdapat 1.580 rumah sakit atau 57,1 persen yang telah memenuhi 12 kriteria KRIS dan yang belum menerapkan kriteria KRIS terdapat 89 rumah sakit atau 3,2 persen.
"Kriteria terbesar yang belum terpenuhi ialah pemenuhan kelengkapan tempat tidur 86,5 persen, outlet oksigen 87 persen dan tirai partisi sebanyak 90 persen," ujar Azhar.
Berikut kriteria KRIS di rumah sakit:
1. Komponen bangunan yang digunakan tidak boleh memiliki tingkat porositas tinggi,
2. Ventilasi minimal enam kali penggantian udara,
3. Pencahayaan ruangan minimal 250 Lux dan 50 Lux untuk pencahayaan tidur,
4. Kelengkapan tempat tidur (nurse call dan dua stop kontak tempat tidur),
5. Nakas per tempat tidur,
6. Temperatur ruangan 20-26 derajat Celcius,
7. Ruang rawat dibagi berdasarkan jenis kelamin, anak atau dewasa serta penyakit infeksi atau noninfeksi,
8. Kepadatan ruang rawat dan kualitas tempat tidur maksimal empat,
9. Tirai/partisi antartempat tidur,
10. Kamar mandi di dalam ruang rawat inap,
11. Kamar mandi memenuhi standar aksesibilitas,
12. Outlet oksigen.
Baca Juga: Presiden Prabowo Dorong Pemerataan Layanan Kesehatan, 32 Rumah Sakit Siap Dibangun
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





