Gibran Ajak Pemimpin G20 Perkuat Solidaritas Hadapi Krisis Multidimensi

AKURAT.CO Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, menyerukan penguatan solidaritas dan kepemimpinan global yang tegas untuk menghadapi krisis multidimensi yang terus membayangi dunia.
Dalam sesi ke-2 bertema 'A Resilient World-The G20's Contribution', dia menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung kepemimpinan Afrika Selatan, khususnya dalam memperkuat ketahanan energi, air, dan pangan sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.
"Di berbagai belahan dunia, krisis semakin intensif. Solidaritas global dan kepemimpinan yang tegas diperlukan untuk mengatasinya," kata Gibran dalam sesi KTT G20 di Johannesburg Expo Centre (NASREC), Afrika Selatan, dikutip Minggu (23/11/2025).
Baca Juga: Legislator Desak Pemerintah Perkuat Perlindungan bagi Pekerja di Tengah Krisis Global
Bagi Indonesia, ketahanan pangan bukan hanya agenda ekonomi, melainkan kebutuhan mendasar rakyat. Perhatian besar Presiden Prabowo yang menempatkan ketahanan pangan dan penyediaan makanan bergizi gratis bagi 80 juta pelajar dan ibu hamil sebagai investasi strategis bangsa.
"Inisiatif ini mendorong penggunaan produk lokal, memberdayakan petani dan peternak, sekaligus memperluas kegiatan ekonomi di berbagai sektor," ucapnya.
Dia menjelaskan, pengalaman Indonesia sebagai negara kepulauan di Cincin Api Pasifik yang menghadapi lebih dari 3.000 bencana tiap tahun, membentuk pendekatan Indonesia dalam mempromosikan ketahanan berkelanjutan, sebuah kerangka yang menyinergikan pembangunan manusia, pertumbuhan ekonomi, dan perlindungan lingkungan.
"Bagi Indonesia, ketahanan bukanlah slogan, melainkan kenyataan sehari-hari," ujar Gibran.
Dia juga menyoroti krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di Gaza, Ukraina, Sudan, dan Sahel. Dia menegaskan bahwa banyak tragedi hari ini bukan semata disebabkan fenomena alam, tetapi akibat tindakan manusia.
"Tragedi-tragedi ini mengingatkan kita untuk menempatkan kemanusiaan di jantung tata kelola global. Dunia tidak boleh menormalisasi penderitaan yang sebenarnya dapat dicegah," katanya.
Baca Juga: Strategi Mengembangkan Bisnis UMKM di Tengah Krisis Global, Manfaat AI!
Dia menegaskan bahwa sebagai forum yang mewakili 85 persen PDB dunia, G20 memiliki tanggung jawab moral untuk memberi teladan. Pertumbuhan dan ketahanan harus berjalan beriringan demi menghadirkan harapan, kemakmuran, dan keadilan bagi semua.
Sebelumnya, Wapres Gibran menghadiri MIKTA Leaders' Gathering yang dipimpin oleh Korea Selatan selaku Ketua MIKTA tahun ini, di Hall 7, Johannesburg Expo Centre, Johannesburg, Afrika Selatan.
Dalam sesi tersebut, Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung menerima kehadiran Wapres Gibran sebelum memasuki area foto bersama. Acara berlangsung singkat tanpa perbincangan resmi, karena merupakan bagian dari rangkaian kegiatan KTT G20.
Dia kemudian bergabung dengan para pemimpin negara anggota MIKTA lainnya, yakni Meksiko, Turki, dan Australia, untuk melakukan sesi foto bersama.
Kehadiran Indonesia dalam kegiatan tersebut mencerminkan komitmen terhadap peran MIKTA sebagai kelompok negara menengah yang berkontribusi pada stabilitas dan kerja sama global.
Di sela-sela sesi pleno KTT G20, Gibran juga melakukan sejumlah pertemuan pull aside dengan beberapa pemimpin dunia. Pertemuan informal ini mencakup pembicaraan dengan Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed Ali, Presiden Angola Joào Manuel Goncalves Lourenco, Presiden Finlandia Alexander Stubb, Sekretaris Jenderal UNCTAD Rebeca Grynspan Mayufis, hingga Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Momen menarik terjadi saat menjelang akhir pertemuan dengan Presiden Finlandia, ketika secara tiba-tiba Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni muncul dan menyapa Wapres Gibran, menambah suasana hangat dan santai di tengah kesibukan agenda bilateral.
Langkah-langkah informal seperti ini menjadi kesempatan penting bagi Indonesia untuk memperkuat hubungan diplomatik secara personal dan langsung dengan para pemimpin dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








