Pemerintah Luncurkan Enam Modul Strategis untuk Perkuat Implementasi Program MBG

AKURAT.CO Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan enam modul strategis untuk memperkuat implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh satuan pendidikan.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menegaskan, program MBG bukan hanya soal distribusi makanan, tetapi juga menjadi intervensi pendidikan yang menyeluruh melalui edukasi gizi, pembiasaan perilaku hidup sehat, dan peningkatan layanan kesehatan sekolah.
Menurut Fajar, MBG memegang peranan penting dalam menyiapkan masa depan bangsa. Program ini dirancang sebagai instrumen untuk membangun budaya sehat sejak usia dini di lingkungan sekolah.
“Keterpenuhan gizi yang baik dan lingkungan sekolah sehat dapat memenuhi standar nasional pendidikan, sekaligus meningkatkan mutu pembelajaran. Program kolosal Bapak Presiden Prabowo ini akan memberikan dampak besar di masa depan. Yang kita perlukan adalah keberlanjutan dan kesabaran mengawal program prioritas ini,” ujar Fajar dalam keterangannya, Rabu (26/11/2025).
Peluncuran modul ini menjadi respons atas tantangan besar kondisi gizi anak Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023:
Baca Juga: Kasus Kekerasan Anak Meningkat, DPR Minta Pemerintah Perkuat Pencegahan di Sekolah
-
1 dari 5 anak usia 5–12 tahun bertubuh pendek,
-
1 dari 10 tergolong kurus,
-
1 dari 5 mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
Pada kelompok remaja usia 13–18 tahun, kondisi yang sama juga terlihat, termasuk prevalensi anemia yang mencapai 16,3 persen pada anak usia 5–14 tahun dan 15,5 persen pada kelompok usia 15–24 tahun.
“Peluncuran ini menandai langkah strategis dalam mengintegrasikan edukasi gizi dengan Program MBG yang telah ditetapkan sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional dalam RPJMN 2025–2029,” kata Fajar.
Program MBG menargetkan sekitar 82,9 juta penerima manfaat, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, serta peserta didik dari jenjang PAUD hingga SMA.
Sekitar dua pertiga dari total sasaran, atau lebih dari 50 juta orang, merupakan siswa di satuan pendidikan.
Tiga Pilar Kesuksesan MBG
Fajar menegaskan bahwa keberhasilan program bergantung pada tiga pilar utama:
-
Penyediaan makanan bergizi sesuai standar gizi dan keamanan pangan.
-
Edukasi gizi yang menarik dan interaktif agar mudah dipahami peserta didik.
-
Perbaikan lingkungan pangan sekolah melalui penerapan kantin sehat.
“Ketiga pilar ini saling menguatkan untuk menciptakan perubahan perilaku konsumsi yang berkelanjutan, tidak hanya di sekolah tetapi juga di rumah,” tegasnya.
Enam Dokumen Pendukung MBG
Direktur Jenderal PAUD, Dikdas, dan Dikmen, Gogot Suharwoto, menjelaskan bahwa enam dokumen pendukung MBG disusun untuk memperkuat peran pendidikan dalam menghadapi berbagai tantangan gizi yang menghambat potensi belajar anak dan remaja.
“Pendidikan dan gizi adalah dua pilar pembangunan bangsa yang saling menguatkan. Anak dengan status gizi optimal memiliki kemampuan kognitif, fokus belajar, dan daya tahan tubuh yang lebih baik,” ujar Gogot.
Baca Juga: Angka Korupsi Kades Melonjak, Kemendes–Kejagung Perkuat Digitalisasi Pengawasan Dana Desa
Enam dokumen tersebut meliputi:
-
Modul Pelatihan Implementasi MBG di Satuan Pendidikan, berisi tata kelola teknis, mekanisme distribusi, pemantauan harian, hingga pelaporan.
-
Modul Edukasi Gizi PAUD
-
Modul Edukasi Gizi SD
-
Modul Edukasi Gizi SMP
-
Modul Edukasi Gizi SMA, seluruhnya dirancang sesuai tahap perkembangan peserta didik.
-
Pedoman Nasional Kantin Sehat, sebagai standar penyediaan pangan aman dan bergizi di sekolah.
“Dokumen-dokumen ini menjadi acuan resmi dalam pelatihan dan pelaksanaan Program MBG, sekaligus dalam integrasi edukasi gizi di lingkungan sekolah,” jelas Gogot.
Masyarakat dapat mengakses seluruh modul melalui portal resmi Kemendikdasmen di www.kemdikdasmen.go.id dan kanal Direktorat terkait.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








