Menhut Paparkan Deforestasi Hutan dan Ancaman Banjir di DAS Sumatera, Ini Katanya

AKURAT.CO Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, memaparkan kondisi deforestasi nasional dan perubahan tutupan lahan di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) di tiga provinsi terdampak banjir besar di Sumatera dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI.
Ia menegaskan, meski deforestasi nasional menurun, perubahan tutupan hutan di Hulu DAS masih menjadi perhatian serius pemerintah.
Hingga September 2025, deforestasi nasional tercatat turun 49.700 hektare atau 23,01 persen dibanding 2024. Penurunan juga tercatat di provinsi terdampak banjir: Aceh (10,04 persen), Sumatera Utara (13,98 persen), dan Sumatera Barat (14 persen).
Aceh: Menjadi wilayah dengan titik banjir terbanyak, tercatat 70 titik banjir di 31 DAS seluas 3,05 juta hektare.
Perubahan tutupan lahan dari hutan ke non-hutan mencapai 21.476 hektare (56,61 persen di kawasan hutan, 43,39 persen di luar hutan). Luas lahan kritis mencapai 217.301 hektare atau 7,1 persen dari total DAS terdampak.
Sumatera Utara: Terdapat 92 titik banjir di 13 DAS seluas 207 ribu hektare.
Tutupan hutan yang berubah menjadi non-hutan mencapai 9.424 hektare (36,36 persen di kawasan hutan, 63,63 persen di luar hutan).
Lahan kritis mencapai 207 ribu hektare atau 14,7 persen dari total DAS terdampak—tertinggi di antara ketiga provinsi.
Baca Juga: Sambut Hari Ibu, KKJ dan BIP Mengusap Lelah Buruh Pengupas Bawang Pasar Kramat Jati
Sumatera Barat: Ditemukan 56 titik banjir di 3 DAS dengan luas 39.800 hektar.
Perubahan hutan menjadi non-hutan sebesar 1.821 hektare (79,29 persen di kawasan hutan, 20,71 persen di luar hutan), dan lahan kritis seluas 39.816 hektaratau 7 persen dari total DAS terdampak.
Raja Juli menekankan bahwa seluruh data rinci telah disampaikan kepada Komisi IV.
Ia menegaskan pentingnya pemulihan DAS dan pengendalian perubahan tutupan lahan sebagai bagian dari mitigasi bencana jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








