Sepanjang 2025, Sebanyak 5.913 Calon Pekerja Migran Jalur Ilegal Berhasil Dicegah

AKURAT.CO Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) mencatat telah mencegah 5.913 individu berangkat melalui jalur tidak resmi sepanjang 2025.
Dirjen Pelindungan KemenP2MI, Rinaldi, mengatakan, pemerintah memperketat pengawasan melalui sistem perekrutan yang lebih terintegrasi.
“Upaya ini bertujuan memastikan migrasi yang aman, tertib, dan teratur bagi pekerja migran,” ujarnya dalam dialog bersama Komite Pekerja Migran PBB di Jenewa, Swiss, seperti dikutip dari keterangannya, Sabtu (7/12/2025).
Rinaldi menjelaskan bahwa pemerintah terus memperkuat perlindungan pekerja migran dengan menyelaraskan kebijakan nasional terhadap prinsip-prinsip Konvensi Internasional.
Salah satu langkah tegas adalah memberikan sanksi kepada sembilan biro penempatan bermasalah serta mencabut izin dua biro lainnya yang melanggar aturan.
“Dari sanksi tersebut, lebih dari dua miliar rupiah berhasil dipulihkan untuk negara dan korban,” katanya.
Ia juga menyoroti tantangan baru berupa meningkatnya modus penipuan online yang menjebak calon pekerja migran.
Sejak 2024, Tim Respon Siber-Perdagangan Orang telah memulangkan 1.324 korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dari Kamboja, Myanmar, dan Laos.
Baca Juga: Wali Kota Semarang Sambut Hangat Taruna dan Perwira Siswa AKPOL Jadi Warga Kehormatan
“Ini menunjukkan bagaimana kejahatan berevolusi dan negara harus bergerak cepat,” jelasnya.
Selain memperketat pengawasan, pemerintah memperluas akses dan mempermudah mekanisme pengaduan.
Sejak 2017 hingga Maret 2025, lebih dari 20 ribu pengaduan diterima, dan 81 persen di antaranya berhasil diselesaikan melalui berbagai kanal, termasuk call center nasional dan layanan WhatsApp.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyediakan dukungan bagi pekerja migran yang kembali ke Tanah Air, mulai dari verifikasi identitas, transportasi, bantuan psikososial, hingga subsidi perumahan untuk mendukung proses reintegrasi.
Di sektor pendidikan, pemerintah menghadirkan sekolah dan pusat belajar komunitas bagi anak-anak pekerja migran.
Sementara bagi anak yang tinggal di Indonesia ketika orang tuanya bekerja di luar negeri, dukungan diberikan melalui keluarga angkat atau program sosial dengan pengawasan rutin.
Rinaldi menambahkan, perlindungan bagi pekerja migran perempuan turut menjadi prioritas.
KemenP2MI menyediakan modul pelatihan pra-keberangkatan berbasis gender, chatbot ramah perempuan, serta pusat layanan yang memberikan bantuan hukum dan dukungan psikososial bagi korban kekerasan berbasis gender.
Baca Juga: Jadwal Bioskop Trans TV Malam Ini 7 Desember 2025: Hulk dan Escape Plan The Extractors!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








