Akurat
Pemprov Sumsel

Kebutuhan Pekerja Migran di Yunani Makin Meningkat, Wamen P2MI Jajaki Kerja Sama Penempatan PMI

Ahada Ramadhana | 27 November 2025, 21:14 WIB
Kebutuhan Pekerja Migran di Yunani Makin Meningkat, Wamen P2MI Jajaki Kerja Sama Penempatan PMI

 

AKURAT.CO Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, melakukan kunjungan kerja dan bertemu dengan Deputy Minister of Migration and Asylum of Greece atau Wakil Menteri Imigrasi dan Suaka Yunani, Sevi Voloudaki, di Athena.

Kunjungan ini menjadi upaya pemerintah dalam penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berkompeten, di berbagai sektor strategis di Yunani. Sebab pada 2026, kebutuhan pekerja migran di Yunani mencapai 50.000 orang. 

Menurutnya, Yunani merupakan mitra potensial yang juga memiliki kebutuhan tenaga migran di Yunani yang semakin meningkat, seiring pemulihan ekonomi pascakrisis. Sebelumnya di tahun 2024, Yunani membutuhkan 83 ribu tenaga kerja migran, namun baru terpenuhi 53 ribu orang.

Baca Juga: Pengusaha Bakso di Korsel Akui Pemerintahan Prabowo Permudah Pekerja Migran

"Seperti negara-negara Eropa lainnya, Yunani sangat membutuhkan dukungan pekerja migran untuk membangun ekonominya. Mereka membutuhkan tambahan tenaga kerja agar bisnis dan sektor-sektor produktif dapat terus bergerak," kata Cristina, Kamis (27/11/2025).

Dia juga menyoroti sektor-sektor yang dinilai relevan untuk penempatan pekerja migran, seperti sektor maritim yang menjadi tulang punggung perekonomian Yunani. 

Adapun peluang penempatan pekerja migran yang dibahas meliputi pekerjaan di kapal pesiar, yacht, kapal-kapal komersial, serta fungsi pendukung seperti bengkel kapal dan galangan. Termasuk sektor pariwisata dan perhotelan turut masuk di radar peluang penempatan pekerja migran Indonesia. 

"Ada banyak ruang bagi pekerja migran, mulai dari housekeeping, food and beverage, wellness therapist, dan layanan pendukung lainnya. Semua ini selaras dengan kekuatan sumber daya manusia Indonesia," jelasnya.

Tidak hanya itu, Indonesia dan Yunani juga membahas kemungkinan pengiriman tenaga kerja musiman (seasonal worker) di sektor pertanian, terutama saat musim panen. 

Baca Juga: Pekerja Migran Kerap Jadi Korban Penipuan Online, Puan: Lapangan Kerja Dalam Negeri Belum Memadai

Dalam diskusi tersebut, Christina turut menekankan struktur kebijakan ketenagakerjaan di Yunani, yang membagi kewenangan mengurusi pekerja migran di dua kementerian.

Di mana Kementerian Imigrasi dan Suaka yang mengurusi izin kerja dan pengawasan tenaga kerja asing, sedangkan Kementerian Ketenagakerjaan menetapkan kuota setiap tahunnya untuk menjaga keseimbangan pasar tenaga kerja.

"Pertemuan berjalan sangat positif. Pemerintah Yunani menunjukkan antusiasme tinggi untuk menjajaki kolaborasi formal dalam skema kerja sama antar pemerintah (government to government/G2G)," ujarnya.

Dia menegaskan, pembahasan ini akan ditindaklanjuti pada perumusan kerjasama di G2G mendatang. Diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi pekerja migran terampil untuk berkontribusi di pasar tenaga kerja Eropa, sekaligus memperkuat hubungan bilateral Indonesia Yunani dalam bidang ketenagakerjaan,

"Kami sepakat untuk memulai proses perumusan kerja sama G2G di sejumlah sektor prioritas. Bahkan telah disepakati pengiriman initial draft, pembahasan terms and conditions, serta penguatan identifikasi kebutuhan sektor dan kompetensi pekerja," tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.