Jumlah Populasi Lansia Meningkat, Permintaan Pekerja Caregiver Makin Tinggi

AKURAT.CO Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, mengatakan pekerjaan perempuan perawat lansia (caregiver) menjadi salah satu sektor unggulan untuk penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Hal ini seiring meningkatnya populasi orang lanjut usia (lansia) atau aging population di berbagai negara. Tercatat pada Januari-Oktober 2025, jumlah pekerja migran yang ditempatkan di sektor ini mencapai 17,4 persen dari total 255.000 penempatan.
Tingginya permintaan tenaga kerja caregiver menjadi peluang baru, khususnya bagi pekerja perempuan. pemerintah meluncurkan program percontohan (pilot project) penempatan pekerja migran di bidang caregiver.
Baca Juga: Jadi Peluang Baru, Pemerintah Buka Pelatihan Pekerja Migran di Sektor Perawatan
Dia menjelaskan, penting untuk memastikan pekerja migran yang ditempatkan adalah mereka yang kompeten, memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri global, dan yang terpenting mendapat perlindungan optimal.
"Ke depan, peluang kerja di luar negeri akan semakin terbuka, khususnya pada jabatan caregiver yang terus berkembang ini," kata Christina, Jumat (5/12/2025).
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Kepala Perwakilan Republik Indonesia di Singapura, Thomas Ardian Siregar, menjelaskan Singapura telah memasuki fase Super Aged Society, yaitu lebih dari seperempat penduduknya akan berusia lanjut dalam beberapa tahun ke depan. Kondisi ini meningkatkan kebutuhan terhadap caregiver profesional secara signifikan.
"Kondisi ini membuka peluang besar bagi caregiver Indonesia yang selama ini dikenal memiliki empati tinggi, ketekunan, dan kemampuan perawatan yang baik. Kita tidak hanya menyiapkan tenaga kerja, tetapi membangun investasi jangka panjang dalam kualitas sumber daya manusia," jelas Thomas.
Dia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, dan berharap pilot project ini menjadi standar baru bagi migrasi aman dan bermartabat. "Semoga pilot project ini menjadi langkah awal bagi kerja sama yang lebih luas serta menjadi standar baru migrasi aman dan bermartabat di kawasan," kata Thomas.
Baca Juga: DPRD Jakarta Siapkan Pengiriman Pekerja ke Jepang, 2.050 Warga Sudah Masuk Program
Pada tingkat pelatihan, Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan, Darmawansyah, menyatakan pihaknya siap bekerja sama dalam menyediakan pelatihan bagi calon tenaga kerja sesuai kebutuhan pasar, baik di dalam maupun di luar negeri.
Menurutnya, kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produktivitas tenaga kerja.
"Kami menyampaikan apresiasi kepada Kemen PPPA serta KP2MI atas sinergi, kolaborasi, dan upaya bersama dalam mengentaskan pengangguran. Hal ini sejalan dengan program Bapak Presiden Republik Indonesia terkait penyiapan tenaga kerja untuk bekerja di dalam dan luar negeri, salah satunya melalui upskilling bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dengan menurunnya angka pengangguran, kami yakin Indonesia akan semakin siap menuju Indonesia Emas 2045," tutur Darmawansyah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









