Pimpinan Komisi VII DPR Dukung Rencana Presiden Prabowo Hapus Utang KUR Petani Terdampak Bencana

AKURAT.CO Komisi VII DPR mendukung rencana pemerintah memberikan penghapusan utang Kredit Usaha Rakyat (KUR) petani yang terdampak bencana banjir.
Rencana tersebut disampaikan langsung Presiden Prabowo Subianto saat menyambangi daerah terdampak banjir di Sumatera beberapa waktu lalu.
Wakil Ketua Komisi VII DPR, Chusnunia, menilai kebijakan itu merupakan salah satu bentuk upaya pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.
Center of Economic and Law Studies (Celios), misalnya, memprediksi dampak ekonomi dan kerugian akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat mencapai Rp 68,67 triliun. Serta berpotensi menekan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 0,29 persen.
Baca Juga: Alih Fungsi Dapur MBG Buktikan Negara Hadir Cepat Saat Bencana
"Bencana yang menimpa saudara-saudara kita di beberapa provinsi di Pulau Sumatera tidak hanya menghancurkan infrastruktur tapi juga memberikan dampak dan tekanan ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat. Karenanya kami mendukung kebijakan Presiden untuk menghapuskan KUR sebagai salah satu upaya percepatan pemulihan ekonomi," jelas Chusnunia, melalui keterangan tertulis, Kamis (11/12/2025).
Menurutnya, pemberian keringanan itu sejalan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 19 Tahun 2022 tentang Perlakuan Khusus terhadap Debitur Terdampak Bencana Alam Maupun Non-Alam.
Sebelumnya diberitakan bahwa Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) juga mendorong perbankan melakukan hapus tagih maupun hapus buku bagi nasabah yang terdampak bencana di Pulau Sumatera.
Hal senada juga disampaikan Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, yang menyatakan bahwa pemerintah tengah merancang program pemulihan ekonomi usai masa tanggap darurat.
"Pemulihan pascabencana tidak bisa hanya dimaknai terbatas pada rekonstruksi fisik bangunan semata tetapi harus menyentuh langsung pada upaya menghidupkan kembali perekonomian rakyat," katanya.
Lebih lanjut Chusnunia juga mendorong upaya pemulihan fungsi pasar-pasar tradisional, memastikan kelancaran jalur distribusi logistik serta memberikan sejumlah pelonggaran bagi pelaku UMKM yang usahanya terhenti akibat bencana.
"Kami meminta pemerintah, OJK dan pihak perbankan untuk segera mengkaji kemungkinan penerapan relaksasi kredit atau restrukturisasi utang bagi debitur yang terdampak langsung oleh bencana di Sumatera," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








