Usai Konflik Internal Elite PBNU Mereda, Gus Yahya Fokus Urusi MBG

AKURAT.CO Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai mengalihkan perhatian pada penguatan program strategis nasional setelah konflik internal organisasi dinyatakan mereda. Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menegaskan bahwa NU kini fokus mengawal program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, salah satunya Makan Bergizi Gratis (MBG).
PBNU terlibat langsung dalam program MBG melalui pengelolaan 1.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Selain itu, NU juga mempercepat akselerasi Gerakan Maslahat NU (GKMNU) di tingkat desa, dengan fokus pada edukasi kesehatan, pencegahan stunting, serta penguatan ekonomi keluarga.
Gus Yahya menegaskan bahwa NU tidak menempatkan diri semata sebagai pendukung politik pemerintah, melainkan sebagai mitra strategis yang terlibat aktif dalam memastikan kebijakan negara benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Tetapi, menjadi mitra yang bekerja bersama pemerintah untuk memastikan kebijakan memberi manfaat bagi rakyat,” kata Gus Yahya, dikutip dari Antara, Kamis (1/1/2026).
Baca Juga: Haji Khusus 2026 Terancam Gagal Berangkat Secara Massal, Ini Sebabnya
Ia juga menyampaikan bahwa PBNU telah berhasil melalui proses islah di tengah dinamika internal organisasi yang memanas pada akhir 2025. Menurutnya, rekonsiliasi tersebut penting untuk menjaga soliditas jam’iyyah dan memastikan agenda organisasi tidak terganggu.
“Rekonsiliasi ini menjaga soliditas Nahdlatul Ulama, dan memastikan dukungan terhadap program nasional berjalan tanpa gangguan,” ujarnya.
Ke depan, PBNU memproyeksikan penguatan kolaborasi yang lebih terukur dan berdampak luas sepanjang 2026. Fokus organisasi Islam terbesar di Indonesia ini meliputi perluasan operasional MBG, penguatan ketahanan pangan berbasis pesantren, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan program sosial-ekonomi lainnya.
“PBNU optimistis kerja sama NU dan pemerintah semakin kokoh mengantar bangsa menuju cita-cita Indonesia Emas 2045,” ucap Gus Yahya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








