Akurat
Pemprov Sumsel

Wasekjend PBNU: Gus Yahya Tidak Serius Tindaklanjuti Islah di Lirboyo

Fajar Rizky Ramadhan | 13 Januari 2026, 07:00 WIB
Wasekjend PBNU: Gus Yahya Tidak Serius Tindaklanjuti Islah di Lirboyo

 

AKURAT.CO Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Imron Rosyadi Hamid menilai Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf tidak menunjukkan iktikad nyata dalam menindaklanjuti agenda islah yang sebelumnya dibahas di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

Gus Imron menyebut, hingga kini tidak ada langkah konkret dari Gus Yahya terkait kerangka rekonsiliasi yang jelas dan terukur. Menurutnya, hal itu memunculkan kesan kuat bahwa proses islah sengaja dibiarkan berlarut.

“Fakta di lapangan menunjukkan tidak ada tindak lanjut dalam bentuk kerangka islah. Tidak ada tahapan, tidak ada time line, dan tidak ada kerja bersama. Ini yang membuat publik menangkap kesan bahwa Gus Yahya memang mengulur waktu dan tidak sungguh-sungguh menginginkan islah,” ujar Gus Imron kepada wartawan, Jumat (9/1/2026).

Baca Juga: PBNU Kembali Memanas Usai Amin Said Husni Masih Tetap Sekjend

Ia menegaskan, dari sisi Syuriyah, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar telah membuka jalan penyelesaian konflik secara konstitusional dan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU.

“Rais Aam sudah membuka jalan. Rutenya jelas. Pleno, lalu Konbes, kemudian Munas, dan akhirnya Muktamar. Tapi sampai hari ini tidak ada iktikad yang ditunjukkan oleh Gus Yahya untuk berjalan di rute itu,” kata dia.

Gus Imron juga menyoroti dinamika pasca-pertemuan di kediaman Rais Aam pada Minggu (28/12/2025) yang sebelumnya diharapkan menjadi momentum penguatan rekonsiliasi. Namun, harapan tersebut dinilai pupus setelah Gus Yahya memperkenalkan Amin Said Husni sebagai Sekretaris Jenderal PBNU hanya dua hari setelah pertemuan tersebut.

“Ini adalah tanda kuat bahwa Gus Yahya tidak menginginkan islah,” ujarnya.

Menurut Gus Imron, langkah itu tidak hanya memperkeruh suasana internal organisasi, tetapi juga memperkuat persepsi bahwa proses islah sengaja digantung demi kepentingan tertentu.

Ia mengingatkan, PBNU saat ini berada pada momentum penting menjelang peringatan satu abad Nahdlatul Ulama versi Masehi yang jatuh pada 31 Januari 2026. Selain itu, agenda Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) juga seharusnya mulai dipersiapkan secara serius.

Baca Juga: Mantan Ketua PBNU Sebut Ma’ruf Amin Tak Layak Jadi Penengah Konflik Elite PBNU

“Waktunya sangat sempit. Satu abad NU versi Masehi sudah di depan mata. Munas dan Konbes harus dipersiapkan. Tapi sampai sekarang tidak ada tanda-tanda ke arah sana karena islah tidak kunjung ditindaklanjuti,” kata Gus Imron.

Ia menegaskan, apabila Rais Aam nantinya mengambil keputusan-keputusan strategis, hal tersebut merupakan konsekuensi dari kebuntuan yang dibiarkan berlarut-larut.

“Kalau islah tidak dijalankan, rute yang sudah dibuat tidak diikuti, dan waktu terus dibiarkan berjalan, maka jangan menyalahkan pihak lain jika Rais Aam mengambil keputusan-keputusan demi menjaga marwah jam’iyah dan memastikan NU tetap berjalan,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.