Hari Ini Tanggal Berapa Hijriah? Cek Kalender Islam 6 Februari 2026

AKURAT.CO Penting bagi umat Muslim untuk mengetahui tanggal Hijriah yang akurat setiap harinya, terutama karena banyak syariat Islam didasarkan pada penanggalan ini termasuk sholat Idul Fitri dan puasa sunnah.
Berikut konversi tanggal 6 Februari 2026 ke dalam kalender Hijriah menurut Kemenag dan Muhammadiyah.
Kalender Hijriah 6 Februari 2026 Menurut Pemerintah
Menurut Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag), 6 Februari 2026 bertepatan dengan 18 Syaban 1447 H.
Penetapan ini didasarkan pada perhitungan yang menunjukkan bahwa Januari 2026 beririsan dengan bulan Rajab dan Syaban.
Baca Juga: Daftar 8 Jalan Ditutup di Jakarta 5–7 Februari 2026, Dampak Kunjungan PM Australia
Bulan Rajab berakhir pada 19 Januari 2026, sementara Syaban dimulai pada Selasa, 20 Januari 2026.
Namun, karena pergantian hari dalam kalender Hijriah terjadi saat Matahari terbenam, Syaban secara efektif sudah dimulai sejak Senin malam, 19 Januari 2026.
Pemerintah juga menggunakan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) dalam penyusunan kalender, yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.
Keputusan resmi pemerintah, khususnya untuk awal Ramadhan, akan ditetapkan melalui Sidang Isbat setelah pemantauan hilal di berbagai lokasi di Indonesia.
Kalender Hijriah 6 Februari 2026 Menurut Muhammadiyah
Muhammadiyah menetapkan 6 Februari 2026 sebagai 18 Syaban 1447 H, berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
KHGT ini mulai digunakan pada awal 1447 H dengan tujuan menyatukan tanggalan umat Islam di seluruh dunia.
Menurut Muhammadiyah, bulan Rajab dimulai pada 21 Desember 2025 dan berakhir pada 19 Januari 2026.
Setelah itu, bulan Syaban dimulai pada Selasa, 20 Januari 2026, dan akan berlangsung selama 29 hari hingga 17 Februari 2026, yang menandai kedatangan Ramadhan.
Muhammadiyah menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal dan prinsip Matlak Global.
Dengan metode ini, jika ijtimak sudah terjadi dan bulan berada di atas ufuk saat matahari terbenam, maka keesokan harinya sudah dianggap masuk bulan baru tanpa perlu observasi mata telanjang (rukyat).
Ini berarti Muhammadiyah seringkali menetapkan awal bulan Hijriah, termasuk Ramadhan, lebih awal dibandingkan pemerintah dan NU.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









