Absen di Istora Senayan, Prabowo Hadiri Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Jawa Timur

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menghadiri Mujahadah Kubro dalam rangka peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026). Kehadiran Presiden menjadi sorotan setelah sebelumnya Prabowo tidak hadir dalam peringatan Harlah 1 Abad NU yang digelar PBNU di Istora Senayan, Jakarta.
Berdasarkan pantauan siaran langsung kanal YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo tiba di Stadion Gajayana sekitar pukul 06.50 WIB dan disambut antusias ribuan nahdliyin yang telah memadati lokasi sejak dini hari. Presiden hadir didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Suasana khidmat acara sempat berubah riuh ketika alunan sholawat Thola’al Badru ‘Alaina mengiringi kedatangan Presiden. Prabowo juga menyempatkan diri menyapa dan menyalami jamaah di barisan depan, termasuk para ibu-ibu yang menyambutnya dengan lambaian tangan dan doa.
Baca Juga: Jelang Muktamar NU, Nama Kiai Kafabihi Mencuat dalam Bursa Rais Aam PBNU
Sebelumnya, kehadiran Prabowo di Malang telah dikonfirmasi panitia. Ketua PCNU Kota Malang, KH Israqunnajah, mengatakan persiapan penyambutan Presiden telah dilakukan secara matang.
“Rakor sudah dilakukan, termasuk persiapan kedatangan Presiden. Semua disiapkan secara serius dan profesional,” ujar KH Israqunnajah, Jumat (6/2/2026).
Ia memastikan kesiapan panitia lokal sudah memasuki tahap akhir dengan melibatkan seluruh elemen NU di Kota Malang. Koordinasi juga dilakukan bersama TNI, Polri, Pemerintah Kota Malang, dan unsur pengamanan lainnya.
Ketua Panitia Lokal Harlah 1 Abad NU PCNU Kota Malang, Edy Hayatullah, menyebut lebih dari 100 ribu jamaah diperkirakan hadir dalam Mujahadah Kubro tersebut. Untuk mendukung kelancaran acara, ribuan relawan diterjunkan dan ratusan posko layanan disiapkan di berbagai titik strategis.
“Persiapan Mujahadah Kubro terus kami maksimal dengan koordinasi semua pihak. Relawan bekerja siang malam. Ini bukan kerja satu-dua kelompok, tapi kerja bersama seluruh elemen NU,” kata Edy.
Menurut Edy, relawan berasal dari berbagai badan otonom dan lembaga NU, seperti GP Ansor, Banser, PMII, IPNU, IPPNU, LPBI NU, Pramuka Ma’arif NU, hingga para muhibbin NU. Mereka bertugas mengatur arus jamaah, layanan konsumsi, kebersihan, hingga posko kesehatan ringan.
Baca Juga: Jelang Muktamar NU, PBNU Dinilai Butuh Pemimpin yang Teduh dan Mengakar
Mujahadah Kubro yang berlangsung pada 7–8 Februari 2026 ini merupakan puncak rangkaian peringatan Satu Abad NU yang diselenggarakan PWNU Jawa Timur. Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, ulama kharismatik, serta jajaran pengurus NU turut hadir dalam acara tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









