Satgas Operasi Damai Cartenz Tetapkan 9 Orang Diduga Terlibat KKB Jadi Tersangka

AKURAT.CO Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz 2026 kembali menorehkan hasil signifikan dalam upaya menjaga stabilitas keamanan, di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Dalam kurun waktu 11 hari, terhitung sejak 10 hingga 21 Februari 2026, aparat gabungan berhasil mengamankan 28 orang yang diduga terkait dengan jaringan kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, mengungkapkan bahwa penindakan ini dilakukan melalui rangkaian patroli intensif dan identifikasi lapangan yang terukur. Dari total 28 orang yang diamankan, sembilan orang di antaranya kini resmi ditetapkan sebagai tersangka.
Setelah melalui proses investigasi mendalam, kesembilan tersangka diketahui terlibat dalam berbagai aksi terorisme dan kriminalitas berat yang meresahkan warga Yahukimo, di antaranya;
- Atius Sobolim dan Elipianus Esema ditetapkan sebagai tersangka pembakaran Ruko Blok B. Sementara Ferry Alimdam, Elix Malyo, dan Olan Nalya terlibat dalam aksi pembakaran SMP Metanoya.
- Homi Heluka alias Serius Kobak teridentifikasi sebagai pelaku dalam rentetan kasus besar sejak 2022, termasuk penembakan anggota Brimob, penembakan sopir, hingga pembunuhan warga sipil.
- Simak Kipka (pembakaran mobil), Kotor Payage (percobaan pembunuhan), dan Enage Hiluka (tersangka penikaman viral terhadap penjual pinang).
"Sembilan orang ini telah kami tetapkan sebagai tersangka melalui mitigasi dan investigasi lapangan. Untuk sisanya, kami masih mendalami sejauh mana keterlibatan mereka dalam tindak pidana lainnya," tegas Kombes Yusuf, Senin (23/2/2026).
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menjelaskan bahwa meningkatnya aksi kekerasan di Yahukimo dipicu oleh faktor internal kelompok tersebut.
Baca Juga: Kinerja Kredit Konsumtif September 2025, KKR dan KKB Melambat Tapi Paylater Subur
Kaburnya salah satu pentolan KKB, Kopitua Heluka, dari Lapas Wamena pada Februari 2025 menjadi pemantik koordinasi ulang aksi-aksi perusakan dan penganiayaan di wilayah tersebut.
"Pasca kaburnya tokoh tersebut, mereka merencanakan aksi yang mengakibatkan hilangnya nyawa dan kerusakan fasilitas umum. Ini yang menjadi pemicu maraknya kejadian di Yahukimo belakangan ini," jelas Brigjen Faizal.
Dalam penggerebekan di enam lokasi berbeda, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa parang, tombak, panah, telepon genggam, hingga atribut bendera berlambang tertentu.
Meski belum ditemukan senjata api, seluruh tersangka kini dijaga ketat di Polres Yahukimo dengan dukungan penuh personel Brimob Polda Papua.
Satgas kini telah menambah jumlah pasukan untuk memperluas radius patroli dan pemetaan wilayah rawan. Hal ini dilakukan guna memberikan rasa aman kepada masyarakat dan mempersempit ruang gerak jaringan KKB di Kabupaten Yahukimo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026




