Prabowo dan Trump Teken Perjanjian Dagang, Buka Era Keemasan Baru Kemitraan Strategis RI-AS

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, dan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, resmi menandatangani perjanjian perdagangan timbal balik dalam sebuah pertemuan di Washington DC, Amerika Serikat. Kesepakatan ini menjadi penanda bahwa hubungan bilateral antara Amerika dan Indonesia memasuki babak baru.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyebut kesepakatan tersebut sebagai perjanjian bersejarah yang akan memperkuat fondasi kerja sama ekonomi kedua negara.
Menurutnya, perjanjian ini tidak hanya menegaskan hubungan dagang yang lebih setara dan saling menguntungkan, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam memperkokoh kemitraan strategis jangka panjang.
Baca Juga: Di AS, Prabowo Paparkan Program Sekolah Digital hingga Danantara untuk Transformasi Nasional
Dalam pertemuan tersebut, Trump dan Prabowo menyampaikan kepuasan atas langkah-langkah cepat dan berkelanjutan yang telah ditempuh oleh tim kedua negara selama proses negosiasi. Keduanya sepakat bahwa implementasi kesepakatan harus berjalan efektif, terukur, dan segera memberikan dampak nyata bagi dunia usaha serta masyarakat.
"Kedua pemimpin menyampaikan kepuasan atas langkah-langkah cepat dan berkelanjutan yang telah dilakukan oleh kedua negara, serta menegaskan komitmen kuat untuk mengimplementasikan kesepakatan besar tersebut," ujar Teddy, Jumat (20/2/2026).
Perjanjian ini diyakini akan memperkuat keamanan ekonomi, memperluas akses pasar, serta menciptakan peluang investasi dan lapangan kerja baru di kedua negara.
Selain itu, kesepakatan tersebut juga dipandang sebagai kontribusi strategis bagi stabilitas dan kemakmuran ekonomi global di tengah dinamika geopolitik dan tantangan perdagangan internasional.
"Perjanjian ini akan memperkuat keamanan ekonomi, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta secara berkelanjutan berkontribusi terhadap kemakmuran global," ujarnya.
Baca Juga: Di Forum Pengusaha AS, Prabowo: Indonesia Negara Kompetitif dan Menarik untuk Investasi
Tak berhenti pada penandatanganan, kedua presiden turut menginstruksikan para menteri dan pejabat terkait untuk menindaklanjuti kesepakatan melalui langkah-langkah konkret dan terkoordinasi. Upaya ini diarahkan untuk membuka 'era keemasan' baru dalam kemitraan strategis Amerika Serikat–Indonesia.
"Presiden Trump dan Presiden Prabowo juga menginstruksikan para menteri dan pejabat terkait untuk mengambil langkah-langkah lanjutan guna membuka era keemasan baru bagi kemitraan strategis Amerika Serikat-Indonesia," tukasnya.
Dengan ditandatanganinya perjanjian ini, hubungan bilateral kedua negara memasuki fase yang lebih erat, produktif, dan berorientasi pada hasil nyata—menandai komitmen bersama untuk tumbuh dan maju bersama di panggung ekonomi dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








