Sikapi Konflik Timur Tengah, Misbakhun Dorong Pemerintah Gerak Cepat Aktifkan Skenario Fiskal Kontinjensi

AKURAT.CO Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, mendorong pemerintah segera menyiapkan respons kebijakan yang konkret guna meredam potensi tekanan ekonomi nasional, terutama pada momentum Ramadan dan Idulfitri.
Hal itu disampaikan Misbakhun menyikapi eskalasi serangan AS dan Israel ke Iran yang telah memicu balasan.
Menurut Misbakhun, eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan negara-negara kunci dalam rantai pasok energi global berpotensi memicu lonjakan harga minyak dan volatilitas pasar keuangan. Yang jika tidak diantisipasi secara terukur dapat menekan rupiah, membebani subsidi energi dalam APBN, serta mendorong kenaikan harga barang dan jasa di Indonesia.
"Momentum Ramadan selalu identik dengan meningkatnya konsumsi masyarakat. Jika pada saat yang sama harga energi global melonjak dan nilai tukar berfluktuasi, maka tekanan terhadap inflasi domestik akan semakin terasa. Jadi, pemerintah harus bergerak cepat dengan skenario fiskal yang jelas dan langkah stabilisasi yang konkret," jelasnya, kepada wartawan, Senin (2/3/2026).
Menurut Misbakhun, Kementerian Keuangan perlu segera menyiapkan skenario fiskal darurat yang realistis. Termasuk kemungkinan penyesuaian postur belanja negara apabila harga minyak dunia bertahan di level tinggi.
Penguatan cadangan fiskal dan penajaman prioritas belanja menjadi langkah penting, agar ruang APBN tetap terjaga tanpa mengorbankan program perlindungan sosial.
Baca Juga: Misbakhun: Irisan Anggaran MBG dan Pendidikan Bagian dari Strategi Cerdas APBN
Di sisi lain, ia menilai koordinasi erat antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan likuiditas pasar keuangan.
Karena, menurutnya, gejolak global sering kali memicu arus keluar modal dan tekanan pada rupiah, sehingga bauran kebijakan fiskal dan moneter harus disiapkan dalam satu kerangka respons yang terintegrasi.
"Stabilitas rupiah dan kecukupan likuiditas perbankan tidak boleh terganggu. Dunia usaha memerlukan kepastian, sementara masyarakat membutuhkan rasa aman. Karena itu, kebijakan fiskal dan moneter harus berjalan selaras untuk menenangkan gejolak pasar," ujar Misbakhun.
Politisi Partai Golkar tersebut juga mendorong pemerintah memastikan ketersediaan pasokan energi dan kelancaran distribusi logistik dalam negeri tetap terjaga.
Menurut Misbakhun, jika harga minyak dunia mengalami lonjakan signifikan, pemerintah perlu menyiapkan langkah penyangga. Agar harga BBM domestik tidak langsung menimbulkan efek berantai terhadap harga pangan dan kebutuhan pokok lainnya.
"Yang harus kita lindungi adalah daya beli masyarakat. Jangan sampai mereka menghadapi kenaikan harga berlapis di saat sedang menjalankan ibadah Ramadan dan bersiap menyambut Idulfitri," katanya.
Misbakhun memastikan bahwa Komisi XI DPR akan memantau secara intensif respons kebijakan pemerintah terhadap perkembangan konflik di Timur Tengah. Termasuk dampaknya terhadap subsidi energi, inflasi, nilai tukar dan stabilitas sistem keuangan nasional.
Baca Juga: Misbakhun Soal Reformasi Bea Cukai: Jangan Sekadar Rotasi, Harus Sentuh Integritas
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









