Moeldoko Sebut Try Sutrisno Prajurit Sejati dan Tokoh Nasional

AKURAT.CO Mantan Panglima TNI, Moeldoko, menyampaikan duka cita atas wafatnya Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno.
Ia menyebut almarhum sebagai prajurit sejati sekaligus tokoh nasional yang memiliki dedikasi besar terhadap bangsa dan negara.
“Saya turut berduka cita yang mendalam. Kita kehilangan seorang prajurit sejati dan tokoh nasional,” ujar Moeldoko usai melayat di rumah duka, Jalan Purwakarta No. 6, Menteng, Jakarta Pusat.
Moeldoko mengaku memiliki banyak kenangan bersama almarhum sejak awal karier militernya. Ia menceritakan pengalaman saat masih menjadi perwira pertama dan memimpin kompi di sebuah batalyon.
Menurutnya, saat itu Try Sutrisno datang langsung ke batalyon tempatnya bertugas dan memberikan arahan kepada para prajurit.
“Saya pernah mempunyai pengalaman yang luar biasa bersama beliau saat saya perwira pertama. Beliau datang ke batalyon saya ketika saya memimpin kompi,” kenangnya.
Ia menilai almarhum memiliki kemampuan membangkitkan semangat prajurit.
Dalam pandangannya, Try Sutrisno adalah sosok pemimpin yang mampu menjadi penggerak dan inspirator bagi anak buahnya.
Baca Juga: Wujudkan Hunian Layak dan Berkualitas, BRI Perkuat Program Gentengisasi melalui Skema KUR Perumahan
“Yang saya lihat dari sosok beliau adalah bagaimana seorang panglima bisa menjadi agitator bagi prajurit. Benar-benar mampu membangkitkan semangat yang luar biasa waktu itu dan menginspirasi,” kata Moeldoko.
Lebih lanjut, Moeldoko menyebut ada dua nilai utama yang ia pedomani dari almarhum, yakni kejujuran dan patriotisme.
“Nilai-nilai yang saya pedomani dari beliau adalah kejujuran dan patriotisme,” ujarnya.
Ia juga menyoroti penekanan Try Sutrisno terhadap pentingnya kehadiran prajurit di tengah masyarakat.
Dalam prinsip 8 Wajib TNI, kata Moeldoko, almarhum selalu mengingatkan agar prajurit hadir ketika rakyat membutuhkan.
Menurutnya, almarhum menekankan bahwa TNI harus selalu berada di tengah-tengah masyarakat, terutama saat rakyat menghadapi kesulitan.
Salah satu poin penting yang ia ingat adalah penghormatan terhadap hak-hak perempuan.
“Ada satu klausul yang luar biasa di situ, yakni menghormati hak-hak wanita. Prajurit harus berjalan di atas nilai itu,” tuturnya.
Nilai-nilai tersebut, lanjut Moeldoko, menjadi dasar kepemimpinannya saat menjabat sebagai Panglima TNI.
Ia menggabungkannya dengan doktrin perlindungan negara dan melahirkan slogan yang menegaskan kedekatan TNI dengan rakyat.
“Pada saat saya menjadi Panglima TNI, atas dasar itu saya gabungkan dengan doktrin perlindungan negara, maka saya buat slogan waktu itu: ‘Bersama Rakyat TNI Kuat’. Hanya dengan itu TNI menjadi kuat. Kalau TNI meninggalkan rakyat, TNI akan lemah,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









