Prabowo Komitmen Perjuangkan Kemerdekaan Palestina, Tak Segan Cabut dari BoP jika Kontraproduktif

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, menjelaskan bahwa Indonesia bergabung dengan dewan perdamaian (Board of Peace/BoP) setelah melalui pertimbangan matang, dengan tujuan mendukung kemerdekaan penuh Palestina.
Dia menjelaskan bahwa awal keterlibatan Indonesia dalam pembentukan BoP bermula pada 23 September, saat dirinya menyampaikan pidato di Sidang Umum PBB. Kala itu, dia menegaskan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sekaligus mendorong solusi dua negara (two-state solution).
Beberapa jam kemudian, dia bersama tujuh pemimpin negara mayoritas Muslim dalam Group of Eight, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Turki, Pakistan, Qatar, dan Mesir, diundang oleh Presiden AS Donald Trump dalam sebuah pertemuan.
Baca Juga: MUI Kutuk Penyerangan ke Iran, Minta Indonesia Cabut dari BoP
Dalam pertemuan tersebut, Trump disebut meminta negara-negara itu untuk mendukung 21-point plan, yakni proposal untuk menciptakan perdamaian berkelanjutan di Gaza. Rincian poin-poin tersebut dibacakan satu per satu oleh utusan khusus AS, Steve Witkoff.
Prabowo kemudian mendengarkan secara saksama proposal tersebut dan tertarik pada poin ke-19 dan ke-20, yang menjelaskan bahwa Palestina akan diberikan jalan untuk menjadi bangsa mandiri dan mampu menentukan masa depannya.
Selain itu, ada pula poin bahwa AS akan memfasilitasi dialog antara Israel dan Palestina, agar dapat hidup berdampingan secara damai. Isi proposal tersebut dinilai sejalan dengan pandangan Indonesia terhadap isu Palestina, bahwa perdamaian jangka panjang dapat dicapai melalui solusi dua negara.
"Jadi, kita lihat ini (poin) 19 dan 20 ada peluang (untuk kemerdekaan Palestina) walaupun kita tahu ini sedikit. Akhirnya, kita berdelapan (pimpinan negara mayoritas Muslim) diskusi, kita dukung ini atau tidak? Akhirnya, dalam lobi-lobi kita bilang, kita dukung," ujar Prabowo, dikutip Jumat (20/3/2026).
Selanjutnya para pemimpin itu menunjuk Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, untuk menjadi juru bicara mereka untuk menyampaikan kepada Trump bahwa negara-negara itu mendukung poin rencana tersebut.
Baca Juga: Kehadiran Prabowo di KTT BoP Tegaskan Peran Aktif Indonesia Perjuangkan Perdamaian Gaza
"We like your plan. But the problem is not us. The problem is Prime Minister Netanyahu of Israel. (Kami menyukai rencana Anda. Tetapi masalahnya bukan pada kami. Masalahnya adalah Perdana Menteri Netanyahu dari Israel)," kata Prabowo mengingat kembali momen itu.
Beberapa saat setelah pertemuan tersebut, muncul gagasan mengenai pembentukan BoP, yang sekaligus sudah diadopsi di dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803.
Menanggapi perkembangan ini, ke delapan negara mayoritas muslim, yang kemudian disebut dengan Group of Eight, kembali berunding mengenai apakah perlu ikut serta di dalamnya atau tidak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








