Normalisasi Sungai Terdampak Bencana Sumatera Jadi Prioritas Satgas PRR

AKURAT.CO Penanganan infrastruktur sungai di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak bencana menjadi salah satu prioritas penanganan jangka panjang dalam fase pemulihan. Penanganan ini juga akan mendukung irigasi untuk sawah dan tambak warga.
Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, mengatakan normalisasi sungai penting untuk menunjang kehidupan masyarakat yang bergantung pada sektor ekonomi primer, seperti pertanian dan perikanan.
Berdasarkan data Satgas PRR, sungai terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara mayoritas mengalami pendangkalan akibat sedimentasi.
Baca Juga: Tito Dorong Daerah Lain Bantu Percepatan Pemulihan Bencana Sumatera
"Sungai bagi saya penting, ini akan makan waktu panjang untuk sungai karena jumlahnya banyak. Totalnya itu banyak yang sedimen, panjang dan lebar. Penanganan ini mendesak karena berkaitan langsung dengan sawah dan tambak milik warga," kata Tito, dikutip Rabu (25/3/2026).
Data Satgas PRR menunjukkan, di wilayah terdampak terdapat puluhan sungai dengan kondisi bervariasi, mulai dari sedimentasi berat, kerusakan tanggul, hingga perubahan alur sungai. Di Provinsi Aceh, tercatat 55 sungai yang terdampak dan memerlukan penanganan bertahap.
Sebaran kerusakan sungai di Aceh meliputi wilayah Aceh Utara, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah, Bener Meriah, Langsa, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Selatan, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Tenggara, dan Subulussalam.
Di Provinsi Sumatera Utara, terdapat 48 sungai terdampak yang wilayahnya mencakup Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Sibolga, Medan, Deli Serdang, Langkat, Serdang Bedagai, Mandailing Natal, dan Batu Bara.
Di Sumatera Barat, tercatat 43 sungai terdampak dengan wilayah mencakup Padang, Padang Pariaman, Pasaman, Pasaman Barat, Solok, Tanah Datar, Agam, dan Pesisir Selatan.
Tito menjelaskan, penanganan sungai dilakukan melalui dua pendekatan utama, yakni tanggap darurat untuk mengantisipasi dampak lanjutan, serta rehabilitasi dan rekonstruksi untuk memastikan perbaikan permanen.
Baca Juga: Ketua Satgas Dorong Percepatan Pemulihan Bencana Sumatera melalui Sinergi Antar-Daerah
Menurutnya, kondisi geografis wilayah terdampak yang tersebar juga menjadi tantangan tersendiri dalam pemulihan sungai, berbeda dengan bencana yang terpusat di satu lokasi. "Kalau kita masuk ke daerah yang dekat sungai itu kena. Jadi ini sifatnya tersebar, sporadis. Itu yang membuat penanganannya membutuhkan waktu," ujarnya.
Kendati demikian, Satgas PRR memastikan upaya penanganan terus berjalan paralel dengan pemulihan sektor lainnya. Hingga saat ini, sebagian besar jalan nasional telah kembali fungsional 100 persen dan distribusi logistik tidak lagi terhambat, sehingga mendukung percepatan perbaikan sungai di berbagai wilayah.
Selain itu, pemerintah juga memastikan penanganan sungai terintegrasi dengan pemulihan sektor lain seperti pertanian, tambak, serta hunian masyarakat yang berada di sepanjang daerah aliran sungai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







