Akurat
Pemprov Sumsel

Pemerintah Harus Desak PBB Gelar Sidang Darurat Usai Prajurit TNI Tewas Akibat Serangan Israel

Putri Dinda Permata Sari | 1 April 2026, 15:28 WIB
Pemerintah Harus Desak PBB Gelar Sidang Darurat Usai Prajurit TNI Tewas Akibat Serangan Israel
Anggota Komisi I Fraksi PKB DPR RI, Oleh Soleh.

AKURAT.CO Pemerintah diminta untuk mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera menggelar Sidang Darurat Dewan Keamanan PBB, menyusul gugurnya tiga prajurit TNI akibat serangan Israel di Lebanon. 

Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) merupakan bentuk pelanggaran hukum internasional. 

"Serangan yang dilakukan Israel tersebut telah melanggar hukum internasional serta resolusi Dewan Keamanan PBB, khususnya Resolusi 1701. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia harus segera mendesak digelarnya sidang darurat DK PBB untuk membahas pelanggaran ini dan memastikan adanya pertanggungjawaban," ujar Anggota Komisi I DPR, Oleh Soleh, melalui keterangan tertulis, Rabu (1/4/2026).

Baca Juga: Tiga Personel TNI di Lebanon Gugur, Puan Dorong Tanggung Jawab Internasional

Dia juga meminta pemerintah untuk mempertimbangkan penarikan pasukan TNI, yang saat ini masih bertugas di Lebanon. Langkah ini dinilai penting demi menjamin keselamatan prajurit Indonesia yang berada di wilayah konflik.

"Keselamatan prajurit adalah prioritas utama. Pemerintah harus segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penugasan pasukan perdamaian di wilayah tersebut," tambahnya.

Dia juga menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara yang aktif dalam misi perdamaian dunia harus tetap menjunjung tinggi prinsip perlindungan terhadap personelnya, serta memastikan setiap pelanggaran hukum internasional mendapat respons yang tegas dari komunitas global.

Baca Juga: Prajurit TNI di Lebanon Tewas, MPR Desak PBB Segera Jatuhkan Sanksi ke Israel

Diketahui, serangan pertama terhadap tentara perdamaian terjadi pada Senin (30/3/2026) pagi di sekitar wilayah Adchit al-Qusayr, Lebanon selatan. Saat itu, markas UNIFIL tiba-tiba terkena ledakan proyektil di tengah situasi saling serang antara militer Israel dan Hizbullah.

Serangan ini menewaskan satu prajurit TNI dan melukai tiga lainnya. Salah satu korban luka bahkan dilaporkan dalam kondisi kritis dan harus mendapatkan perawatan intensif.

Belum lama setelah kejadian tersebut, insiden kedua kembali terjadi di wilayah Bani Haiyyan. Sebuah kendaraan milik UNIFIL hancur akibat ledakan. Dalam kejadian ini, dua prajurit Indonesia gugur, sementara dua lainnya mengalami luka-luka.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.