Satgas PRR Kebut Pembangunan Huntap dan Huntara, Pastikan Hunian Layak bagi Penyintas Bencana

AKURAT.CO Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, terus mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara) untuk menyediakan tempat tinggal yang layak bagi penyintas bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Data Satgas PRR pada 3 April mencatat peningkatan jumlah huntap dan huntara yang selesai dibangun di tiga daerah terdampak. Adapun rinciannya, sebanyak 230 huntap rampung dibangun dari total 35.368 unit rencana pembangunan dan 1.240 huntap diantaranya sedang dalam progres pembangunan. Aceh mencatatkan 104 unit huntap rampung dibangun dari total 26.418 unit huntap yang direncanakan dan sebanyak 395 unit huntap diantaranya dalam proses pembangunan.
Sementara di Sumut, sebanyak 120 unit huntap selesai dibangun dari rencana 5.690 unit huntap yang akan dibangun dan sebanyak 404 huntap diantaranya sedang dalam proses pembangunan. Adapun di Sumbar, sebanyak 6 huntap rampung dibangun dari total 3.260 huntap yang direncanakan dan ada sebanyak 441 unit huntap sedang dalam pembangunan.
Capaian percepatan pembangunan huntap ini dilakukan paralel dengan pembangunan huntara bagi pengungsi agar tidak tinggal di tenda darurat. Data Satgas PRR per 3 April mencatat jumlah huntara yang sudah rampung dibangun di tiga provinsi terdampak mencapai 17.084 unit atau 89 persen dari target 19.135 unit huntara yang akan dibangun.
Aceh menjadi wilayah dengan pembangunan huntara terbanyak, terdiri dari 15.259 unit huntara sudah rampung dibangun, dari total 17.281 unit huntara yang akan dibangun atau mencapai progres 88 persen. Di Sumut sebanyak 995 unit sudah rampung dibangun, dari total 1.024 yang akan dibangun atau mencapai progres 97 persen. Adapun di Sumbar, pembangunan huntara telah rampung seluruhnya mencapai 830 unit.
Selain mempercepat pembangunan huntap dan huntara untuk penyintas bencana, Satgas PRR juga menggelontorkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi penyintas bencana yang tidak memilih tinggal di huntara. Besaran DTH yang dikucurkan adalah Rp600.000 per bulan untuk 3 bulan atau setiap kepala keluarga menerima total dana sebesar Rp1,8 juta.
Hingga 3 April 2026, seluruh rekening penerima DTH telah menerima transfer dana dengan tingkat penyaluran mencapai 100 persen untuk 14.021 penerima di tiga provinsi. Adapun rincianmya di Aceh terdiri dari 8.099 penerima, kemudian di Sumut 4.162 penerima dan di Sumbar 1.760 penerima.
Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan strategi percepatan pembangunan huntap dan huntara merupakan langkah untuk memberikan hunian layak kepada penyintas bencana.
Sebagai langkah lanjutan, Satgas PRR secara bertahap terus mempercepat pembangunan huntap. Namun percepatan pembangunan huntap sangat bergantung pada kecepatan dan kelengkapan pendataan yang dilakukan pemerintah daerah.
Sebab, terdapat dua model huntap yang perlu divalidasi kepada penerima huntap, yaitu pembangunan dengan skema in situ (dibangun di lokasi semula) atau relokasi ke kawasan komunal.
"Kunci utama huntap adalah data, saya mohon dengan segala hormat rekan bupati/ wali kota, buatlah tim kecil untuk data yang rumahnya rusak berat dan hilang, itu ditanya satu-satu, mau in-situ bangun sendiri dengan stimulan Rp60 juta diberikan 2 tahap atau in-situ yang dikerjakan BNPB. Kemudian pilihan kedua dibangun di kompleks komunal,” kata Tito dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








