Komisi XII DPR Dukung Penuh Investasi Rp7 Triliun Pabrik Baterai EV di Karawang: Ekonomi Naik, Lingkungan Jadi Perhatian

AKURAT.CO Komisi XII DPR RI menyatakan dukungan penuh terhadap proyek strategis nasional pabrik baterai kendaraan listrik (EV) di Karawang, Jawa Barat.
Investasi yang mencapai miliaran dolar atau sekitar Rp7 triliun ini dinilai bakal menjadi lokomotif transisi energi bersih sekaligus pertumbuhan ekonomi.
Anggota Komisi XII DPR, Irsan Sosiawan Gading, menyebut bahwa industri baterai EV punya peran strategis dalam menekan emisi karbon, sekaligus mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan di Tanah Air.
"Kami dari Komisi XII sangat mendukung industri luar biasa ini dengan investasi kurang lebih sekitar USD6 miliar. Ini bisa menjadi percontohan industri EV dan baterai di Indonesia yang berdampak besar pada pengurangan emisi," ujarnya, saat kunjungan kerja di Karawang, Rabu (15/4/2026).
Namun, dukungan ini bukan tanpa catatan. Irsan mengingatkan bahwa pengembangan industri tetap harus memperhatikan aspek lingkungan secara menyeluruh.
Baca Juga: Baleg DPR Setujui 5 RUU Baru Masuk Prolegnas Prioritas 2026, Termasuk RUU Penyiaran dan Perumahan
"Pengurangan emisi memang penting, tetapi dampak lingkungan dari industri ini juga harus menjadi perhatian utama. Semua aspek harus diperhitungkan secara matang," katanya.
Selain lingkungan, Komisi XII juga menyoroti soal pemberdayaan masyarakat lokal. Irsan mendorong agar minimal 70 persen tenaga kerja berasal dari warga sekitar kawasan industri.
"Kami berharap minimal 70 persen tenaga kerja berasal dari masyarakat lokal. Ini penting agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan langsung oleh warga sekitar," kata politisi Partai Nasdem tersebut.
Ia juga menyinggung soal program CSR dan transfer pengetahuan bagi tenaga kerja Indonesia. Saat ini, sebagian tenaga kerja masih menjalani pelatihan di luar negeri, termasuk China.
"Memang ini industri baru, masih sekitar satu tahun berjalan. Ada proses pembelajaran, termasuk pelatihan di luar negeri. Tapi ke depan, kemampuan ini harus bisa kita kembangkan sendiri," jelas Irsan.
Baca Juga: Materi Belum Matang, Komisi II DPR Tunda Rapat Internal RUU Pemilu
Proyek yang dikunjungi Komisi XII adalah fasilitas produksi baterai milik PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB). Pabrik ini memiliki kapasitas produksi 6,9 GWh dan ditargetkan rampung pada kuartal III 2026.
Nilai investasinya mencapai sekitar Rp7 triliun dan diproyeksikan menyerap hingga 3.000 tenaga kerja.
Pabrik ini nantinya akan memproduksi baterai untuk berbagai merek kendaraan, termasuk Toyota dan Honda, serta berpotensi memasok sistem penyimpanan energi.
Irsan optimistis jika produksi baterai semakin luas dan digunakan oleh merek-merek populer, masyarakat akan semakin tertarik beralih ke kendaraan listrik.
"Kalau merek-merek besar sudah menggunakan baterai ini, masyarakat pasti akan melihat dan mulai beralih ke kendaraan listrik yang lebih hemat dan ramah lingkungan," ujarnya.
Baca Juga: RUU Pemilu Belum Dibahas DPR, Puan: Masih Dikonsultasikan dengan Ketua Partai Politik
"Industri tumbuh, masyarakat juga harus merasakan manfaatnya. Ekonomi sekitar bangkit, itu yang kita harapkan ke depan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








