Akurat
Pemprov Sumsel

Petani Akui Harga Sayur Lebih Stabil Setelah Ada MBG, Harap Program Terus Berlanjut

Moehamad Dheny Permana | 21 April 2026, 10:21 WIB
Petani Akui Harga Sayur Lebih Stabil Setelah Ada MBG, Harap Program Terus Berlanjut
Karisudin, petani asal Dusun Pasah, Kecamatan Selo, Boyolali. (Bakom RI)

AKURAT.CO Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya dirasakan manfaatnya oleh anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tetapi juga mulai berdampak pada petani di daerah.

Di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, petani mengakui harga sejumlah komoditas sayuran menjadi lebih stabil sejak Program MBG bergulir.

Karisudin, petani asal Dusun Pasah, Desa Senden, Kecamatan Selo, Boyolali, mengatakan, dirinya menanam berbagai jenis komoditas sayur, mulai dari bawang merah hingga cabai.

"Sayuran seperti selada, sawi dan kubis. Dan juga yang saya tanam saat ini adalah cabe," katanya, Senin (20/4/2026).

Karisudin menjelaskan, cabai merupakan komoditas dengan hasil panen cukup besar dalam sekali petik, meski pemasarannya masih mengandalkan pasar tradisional.

Baca Juga: BPOM Perkuat Pengawasan Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih

"Sekitar satu kuintalan. Untuk pemasaran kita masih ke pasar tradisional, seperti pasar sayur di Cepoko dan Bandungan," ujar petani sayur mayur ini.

Menurut Karisudin, keberadaan Program MBG memberikan dampak berbeda pada setiap komoditas. Bawang merah menjadi salah satu yang paling merasakan manfaat karena harganya lebih stabil.

"Tapi untuk cabai mungkin karena MBG tidak memerlukan cabe begitu banyak, jadi harganya masih fluktuatif, naik turun seperti itu," jelasnya.

Dengan adanya pola ini, petani mulai menyesuaikan pola tanam dengan kebutuhan Program MBG agar mendapatkan harga yang lebih pasti dan pendapatan yang lebih jelas.

"Untuk peningkatan panen mungkin lebih banyak menanam yang komoditas yang dibutuhkan untuk MBG, karena harganya yang lumayan stabil. Jadi untuk harganya tetap, pasti ada kenaikan dengan komoditas yang semakin banyak," urainya.

Baca Juga: Dari Ember ke Ribuan Tahu: Kisah Sukinem Bangkit Lewat MBG

Karisudin berharap Program MBG tetap konsisten menyerap hasil pertanian, khususnya sayuran, agar harga di tingkat petani tidak kembali tertekan.

"Untuk program MBG mungkin ada dampak tersendiri bagi petani, jika tidak membutuhkan sayur mayur dari petani lagi. Mungkin harga akan terhambat lagi. Mungkin (Program MBG) dipertahankan aja, apalagi untuk komoditas sayur sayuran dipertahankan diprioritaskan di dapur-dapur MBG," paparnya.

Karisudin juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah atas Program MBG yang dinilai membantu meningkatkan harga hasil pertanian.

"Terima kasih untuk Pak Prabowo karena Program MBG yang dijalankan saat ini membuat harga sayur mayur di petani lebih naik dari biasanya. Semoga ke depannya MBG tetap lancar dan lanjut terus tetapi tetap perhitungkan harga-harga di petani," terangnya.

Pengakuan petani ini menjadi gambaran bahwa Program MBG tidak hanya menyasar pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mulai memberi dampak nyata terhadap stabilitas harga serta kesejahteraan petani di daerah.

Baca Juga: Program MBG Menggerakkan Ekonomi Desa, Rp600 Miliar per Hari Mengalir ke Petani dan Peternak

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.