Jadi Kepala Bakom, Qodari: Tugas Berat, Doa Saya Tambah Panjang

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto melantik Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026).
Usai pelantikan, Qodari mengakui tanggung jawab yang diembannya kali ini merupakan tugas sangat berat selama perjalanan kariernya.
Ia bahkan berkelakar bahwa beban tanggung jawab ini membuat daftar doanya menjadi lebih panjang demi kelancaran dalam menjalankan amanah baru.
"Saya pada hari ini mendapatkan tugas sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah. Jadi, terus terang waktu dikasih tahu itu, doa saya tambah panjang karena berat, berat sekali. Kenapa itu berat? Karena apa yang dikerjakan oleh Bapak Prabowo, pemerintahan Bapak Prabowo sangat banyak," jelas Qodari di Istana Negara.
Menurutnya, urgensi dari badan ini adalah untuk memberikan penjelasan secara mendalam mengenai latar belakang berbagai program pemerintah. Ia menekankan bahwa misi utama rezim saat ini adalah memenuhi tujuan bernegara sesuai dengan amanat pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
"Program-program yang harus dijelaskan latar belakangnya, sebab-sebabnya. Yang pada dasarnya kalau saya baca itu adalah bagaimana negara ini memenuhi tujuannya sesuai Pembukaan UUD 1945 yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut serta dalam ketertiban dunia," terangnya.
Menyadari besarnya skala tanggung jawab tersebut, Qodari menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia akan merangkul seluruh kementerian, lembaga hingga para pemangku kepentingan, terutama jurnalis yang dianggapnya sebagai rekan lama dalam dunia komunikasi publik.
"Jadi, insyaallah saya dengan teman-teman media ini sangat dekat dan mudah-mudahan kedekatan ini membuat proses komunikasi menjadi lebih baik dan semakin baik lagi," katanya.
Lebih lanjut, Qodari menyoroti tantangan era digital di mana lanskap media telah berubah drastis dibandingkan dua dekade lalu. Munculnya media sosial yang kini berperilaku menyerupai pers namun dengan regulasi berbeda, menjadi perhatian khusus bagi Badan Komunikasi Pemerintah.
"Dan pada titik itu tentu ini suatu tantangan tersendiri dan apa dan bagaimananya tentu nanti kita akan pikirkan ke depan," ujarnya.
Baca Juga: Siapa Hanif Faisol Nurofiq? Ini Profil Wamenko Pangan Baru yang Dilantik Prabowo
Ia kembali menegaskan bahwa fokus utamanya bukan hanya pada cara berkomunikasi, melainkan pada substansi program pemerintah yang bersifat fundamental.
Qodari menilai publik perlu memahami paradigma baru yang dibawa oleh kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto melalui komunikasi yang masif.
"Kembali lagi, PR (pekerjaan rumah) terbesar itu sebetulnya ada di program Pak Prabowo yang sangat banyak, sangat masif, sangat fundamental, bahkan paradigma baru. Dan karena itu memang sangat perlu sebuah kegiatan komunikasi yang amat sangat masif," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








