Akurat Logo

Prabowo: Hilirisasi Adaptif dan Berbasis Teknologi untuk Kepentingan Rakyat

Moehamad Dheny Permana | 29 April 2026, 20:43 WIB
Prabowo: Hilirisasi Adaptif dan Berbasis Teknologi untuk Kepentingan Rakyat
Presiden Prabowo Subianto dalam acara groundbreaking proyek hilirisasi tahap II di Refinery Unit IV Cilacap. (Biro Pers Setpres)

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya pengembangan proyek hilirisasi nasional yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta berorientasi pada kepentingan rakyat.

Hal tersebut disampaikan saat Presiden melakukan groundbreaking proyek hilirisasi nasional tahap II di Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).

Dalam sambutannya, Prabowo menekankan bahwa setiap proyek strategis harus dievaluasi secara objektif dan ilmiah, seiring pesatnya perkembangan teknologi.

“Saya minta kita objektif dan bersifat saintifik. Kita hitung secara matematis. Kalau hari ini ada teknologi yang lebih baik, lebih murah, dan lebih menguntungkan bagi rakyat, kita harus berani mengubah rencana,” ujarnya.

Presiden juga menginstruksikan Satgas Hilirisasi dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara untuk terus mengkaji pilihan teknologi terbaik, dengan mengedepankan efisiensi serta manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Kaji terus teknologi. Secara matematis. Tidak ada kepentingan lain. Yang paling efisien dan menguntungkan rakyat, itu yang harus dijalankan,” tegasnya.

Baca Juga: Caketum Hipmi Ade Jona: Dari Keterbatasan Menuju Akselerasi Pengusaha Muda Indonesia

Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan optimisme terhadap masa depan Indonesia.

Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga arah pembangunan nasional, termasuk melalui penguatan hilirisasi sebagai pilar kemandirian ekonomi.

“Kita harus menjadi raksasa yang bangun. Dan kita akan menjadi negara yang hebat,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya persatuan di tengah keberagaman sebagai kekuatan utama bangsa.

Menurutnya, perbedaan harus menjadi kekayaan yang memperkuat, bukan memecah.

“Perbedaan adalah kekayaan. Kekurangan kita saling tutup, kesalahan saling ingatkan, dan kelalaian segera kita koreksi. Semua demi kebaikan bangsa,” ucapnya.

Menutup sambutannya, Presiden mengingatkan bahwa stabilitas dan perdamaian merupakan fondasi utama bagi kemajuan di tengah dinamika global.

“Perdamaian sangat mahal. Kita jaga bangsa kita,” tutupnya.

Melalui pendekatan berbasis teknologi terbaik dan orientasi pada kepentingan rakyat, hilirisasi nasional diharapkan menjadi mesin pertumbuhan baru yang efisien, modern, dan berdaulat, menuju Indonesia sebagai kekuatan ekonomi global.

Baca Juga: Kenapa PayLater Semakin Populer di Indonesia? Ini Faktor Pendorongnya

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.