Akurat Logo

Momen Tanpa Sekat Prabowo dengan Buruh: Buka Baju Safari hingga Peluk Para Pekerja

Moehamad Dheny Permana | 1 Mei 2026, 14:20 WIB
Momen Tanpa Sekat Prabowo dengan Buruh: Buka Baju Safari hingga Peluk Para Pekerja
Presiden RI Prabowo Subianto membaur tanpa sekat dengan ribuan buruh dalam May Day di Monas

AKURAT.CO Ada pemandangan tak biasa dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di kawasan Monumen Nasional, Jakarta, Jumat (1/5/2026).

Usai berpidato, Presiden RI, Prabowo Subianto, secara spontan langsung mendekati ribuan buruh yang sedari pagi sudah berkumpul dan mengikuti rangkaian acara yang berlangsung.

Hampir tak ada sekat antara Prabowo dengan para buruh yang memadati Monas. Bahkan, Prabowo langsung membuka baju safari coklatnya dan memberikan pakaian kebesarannya itu ke buruh.

Baca Juga: Ribuan Buruh Padati Monas, Tuntut Kesejahteraan dan Penghapusan Outsourcing

Prabowo tampak santai mengenakan kaos oblong berwarna hitam. Prabowo juga langsung bergabung bersama buruh, bersalaman hingga memeluk beberapa dari mereka sebelum masuk ke mobil dinas dan beranjak dari lokasi acara.

Di awal pidato, Prabowo mengatakan buruh, petani, nelayan, hingga pekerja menjadi bagian terpenting dari perjalanannya menjadi Presiden. "Saya merasa jadi Presiden karena dukungan kaum buruh, tani, nelayan, pekerja," kata Prabowo.

Menurutnya, para pekerja adalah bagian dari masyarakat Indonesia yang harus dibela. Prabowo menekankan bahwa dia akan selalu membela kepentingan rakyat.

"Saya bersumpah berjuang untuk kepentingan rakyat, terutama yang hidupnya masih sulit," kata Prabowo yang disambut dengan teriakan dan tepuk tangan para buruh yang hadir.

Baca Juga: Prabowo: Saya Tidak Rela Pejabat dan Pengusaha Serakah Rampok Uang Rakyat

Di tengah perjuangannya, Prabowo bercerita selalu saja ada tantangan yang menyertainya saat ini ketika menjadi Presiden. "Saya telah mempertaruhkan nyawa saya berkali-kali untuk bangsa ini, tapi banyak elite yang curi uang rakyat," jelasnya.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan tak rela ada anak indonesia yang masih kelaparan. Dia pun tak rela jika masih ada ibu yang tak dapat memberi susu kepada anak-anaknya.

Tak hanya itu, Prabowo pun tak rela kekayaan Indonesia yang mestinya dinikmati masyarakat, justru dirampok oleh para pengusaha. Tapi, dia yakin masih ada pengusaha yang benar-benar tulus untuk ikut membangun negeri ini, untuk membantu pemerintah menyejahterakan masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.